TRIBUNMATARAMAN.COM - Link Live Streaming Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026 Jumat (3/7/2026) tayang Siaran Langsung TVRI.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Austria juga dapat disaksikan via TV Online Live Streaming FolaPlay dan Live Streaming MAXStream mulai pukul 02.00 WIB.
Spanyol menjadi salah satu tim paling meyakinkan di fase grup Piala Dunia 2026. Berstatus juara Grup H, La Furia Roja sukses menyapu tiga pertandingan tanpa sekalipun kebobolan.
Baca juga: Siaran TVRI Gratis! Cara Nonton Live Streaming Swiss vs Aljazair di Piala Dunia Tahun Ini
Catatan impresif tersebut membuat Spanyol lebih diunggulkan saat menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, pasukan Luis de la Fuente diprediksi tetap harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Spanyol Diunggulkan, Austria Siap Beri Perlawanan
Dengan kualitas skuad yang lebih mumpuni, Spanyol diperkirakan bakal mendominasi penguasaan bola dan jalannya pertandingan. Namun, Austria bukan lawan yang bisa dianggap remeh.
Tim asuhan Ralf Rangnick dikenal memiliki gaya bermain agresif, disiplin dalam menekan lawan, dan tidak ragu tampil menyerang menghadapi tim besar.
Karena itu, Spanyol tetap harus tampil maksimal agar tidak mengalami nasib seperti sejumlah tim unggulan yang tersingkir lebih awal di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Meski berpeluang menghadapi Portugal atau Kroasia di babak 16 besar apabila menang atas Austria, bek Spanyol Marcos Llorente menegaskan bahwa timnya belum ingin memikirkan calon lawan berikutnya.
Menurut pemain Atlético Madrid tersebut, fokus utama Spanyol saat ini hanyalah menuntaskan pertandingan melawan Austria.
"Saya tidak melihat jalan yang terlalu jauh di depan karena Anda harus melangkah selangkah demi selangkah," ujar Marcos Llorente, dikutip dari Reuters.
Meski tampil solid sepanjang fase grup, Spanyol memiliki catatan kurang memuaskan di fase gugur dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Pada Piala Dunia 2022, Spanyol harus tersingkir usai kalah adu penalti dari Maroko di babak 16 besar. Sementara di Piala Dunia 2018, La Furia Roja juga gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan Rusia melalui drama adu penalti.
Rekor tersebut menjadi pengingat bahwa dominasi di fase grup belum tentu menjamin perjalanan mulus di babak knockout.
Bek sayap Persebaya, Arief Catur mengaku sedih tim favoritnya di Piala Dunia 2026, Jerman harus tersingkir di babak 32 besar.
Jerman pulang lebih cepat setelah kalah dari Paraguay melalui drama adu penalti yang berakhir 3-4 pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Setelah sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Cara Jerman tersingkir di Piala Dunia kali tergolong tidak biasa.
Sebagai tim dengan status juara dunia empat kali, Jerman tergolong tim dengan mental baja yang tahan menghadapi tekanan, bahkan dalam drama adu penalti.
Laga menghadapi Paraguay merupakan kekalahan pertama Jerman lewat adu penalti di Piala Dunia.
Sepanjang sejarah piala dunia, Jerman sudah empat kali menjalani drama adu penalti, semuanya dimenangkan. Yaitu dari Prancis, Meksiko, Inggris dan Argentina.
"Sedih karena Jerman kalah. Tetapi dalam sepak bola, hasil seperti ini adalah bagian dari permainan," kata Arief Catur.
"Tapi saya tetap bangga dengan perjuangan mereka, dan berharap bisa kembali lebih kuat di turnamen berikutnya," tambah pemain asal Mojokerto itu.
Catur mengaku sudah sejak lama memfavoritkan Jerman, tidak hanya pada Piala Dunia 2026 kali ini.
"Sejak dulu saya mendukung Jerman. Saya suka cara bermain mereka yang mengandalkan kerja sama tim dan aliran bola dari kaki ke kaki," tuturnya.
Menariknya, meski memfavoritkan Timnas Jerman, Catur memilih sosok berbeda dalam mencontoh permainan secara individu.
Sosok pemain panutan yang selalu dijadikannya sebagai referensi permainan, justru datang dari bek Timnas Prancis, Jules Kounde.
Menurut Catur, Jules Kounde pemain yang memiliki kualitas patut dicontoh, baik dari sisi bertahan maupun saat membantu serangan. Dimana posisinya sama dengan yang Catur main di Persebaya, di posisi bek sayap kanan.
Jules Kounde, pemain berusia 27 tahun yang di level klub membela Barcelona.
"Kalau pemain yang saya perhatikan ada Jules Kounde dari Prancis. Saya suka gaya bermainnya," kata Catur.
Di luar tim dan pemain favorit, Catur menilai ajang Piala Dunia memberi banyak pelajaran, terutama bagi pemain sepak bola.
Banyak hal positif yang bisa dipelajari, untuk selanjutnya dipraktekkan ketika tampil bersama tim yang dibelanya.
"Piala Dunia selalu menghadirkan suasana yang seru. Kita bisa melihat pertandingan-pertandingan berkualitas dari berbagai negara dengan banyak gol dan permainan yang menarik untuk disaksikan," terang Catur.
Beberapa laga yang dinilai Catur menarik disaksikan, pertandingan antara Belanda Vs Maroko yang dimenangkan Maroko. Juga laga Amerika Serikat melawan Turki. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Turki 2-3.
"Pertandingannya seru karena kedua tim saling berbalas gol. Momen seperti itu yang membuat Piala Dunia selalu menarik untuk diikuti," pungkasnya (amn).
HEAD TO HEAD
19/11/2009: Austria vs Spanyol 1-5 (Persahabatan)
03/06/1978: Austria vs Spanyol 2-1 (Piala Dunia)
Hasil 5 Pertandingan Terakhir Spanyol:
27/06/2026: Uruguay vs Spanyol 0-1 (Piala Dunia)
21/06/2026: Spanyol vs Arab Saudi 4-0 (Piala Dunia)
15/06/2026: Spanyol vs Tanjung Verde 0-0 (Piala Dunia)
09/06/2026: Peru vs Spanyol 1-3 (Persahabatan)
05/06/2026: Spanyol vs Irak 1-1 (Persahabatan)
Hasil 5 Pertandingan Terakhir Austria:
28/06/2026: Aljazair vs Austria 3-3 (Piala Dunia)
23/06/2026: Argentina vs Austria 2-0 (Piala Dunia)
17/06/2026: Austria vs Yordania 3-1 (Piala Dunia)
02/06/2026: Austria vs Tunisia 1-0 (Persahabatan)
01/04/2026: Austria vs Korea Selatan 1-0 (Persahabatan)
LINK Folaplay
LINK Maxtream
LINK TVRI
Proses instalasi FolaPlay dapat dilakukan dengan mudah melalui toko aplikasi resmi. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marcos Llorente, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Mikel Merino, Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena. Pelatih: Luis de la Fuente.
Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Philipp Lienhart, David Alaba, Phillipp Mwene; Nicolas Siewald, Xaver Schlager; Konrad Laimer, Romano Schmid, Marcel Sabitzer; Marko Arnautovic. Pelatih: Ralf Rangnick.
(TribunMataraman.com)