Penjelasan Dokter Renny, Kanker Endometrium Bisa Kambuh Meski Rahim Sudah Diangkat
Choirul Arifin July 03, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira operasi pengangkatan rahim menjadi akhir dari perjalanan pengobatan kanker endometrium. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Meski rahim sudah diangkat, kanker endometrium masih berpeluang kambuh. Karena itu, pasien tetap memerlukan kontrol rutin dan menjaga pola hidup agar risiko kekambuhan dapat ditekan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekologi RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Renny Anggia Julianti, Sp.OG, Subsp.Onk., menjelaskan bahwa operasi pengangkatan rahim memang menjadi terapi utama kanker endometrium. 

Namun, tindakan tersebut tidak selalu menjamin sel kanker hilang seluruhnya. Menurutnya, sel kanker yang tidak terlihat dengan mata telanjang masih mungkin tersisa sehingga dapat berkembang kembali di kemudian hari.

Kanker Bisa Muncul Lagi Meski Rahim Sudah Diangkat

Dr. Renny mengatakan, istilah "sembuh total" pada penyakit kanker perlu dipahami secara hati-hati. Ini karena dokter tidak dapat memastikan seluruh sel kanker benar-benar sudah hilang hanya berdasarkan tindakan operasi.

"Jadi, misalnya tadi kan dia tata laksana definitif ya, itu tadi angkat rahim. Nah, tapi memang yang namanya kanker itu, tadi kan nggak bisa dibilang sembuh, karena kita nggak pernah bisa lihat secara mata, selnya masih ada apa enggak,"paparnya pada media briefing di Menteng Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). 

Baca juga: Tak Cuma Lanjut Usia, Kanker Endometrium Kini Mulai Ditemukan pada Perempuan 25 Tahun

Karena itu, pasien tetap diwajibkan menjalani kontrol berkala setelah menyelesaikan pengobatan. Pemantauan bertujuan mendeteksi kemungkinan kekambuhan sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Perdarahan Ulang Bisa Jadi Tanda Kekambuhan

Menurut dr. Renny, lokasi kekambuhan kanker endometrium paling sering terjadi pada bagian ujung vagina yang sebelumnya menjadi lokasi penyambungan setelah rahim diangkat.

Keluhan yang paling sering muncul ialah perdarahan, padahal sebelumnya pasien sudah tidak lagi mengalami menstruasi maupun perdarahan.

"Nah, kalau misalnya dia kambuh, pada endometrium itu dia paling sering di bagian yang kita jahit pada saat angkat rahim. Jadi, kita sebutnya di stump vaginanya, paling sering di situ. Jadi, gejalanya berdarah lagi. Yang harusnya udah nggak berdarah, berdarah lagi,"paparnya. 

Baca juga: Bukan Cuma Diabetes, Hobi Makan Manis Picu Gangguan Hormon yang Berujung Kanker Endometrium

Bila kondisi tersebut terjadi, dokter akan menilai ukuran, lokasi kekambuhan, serta terapi yang pernah dijalani pasien sebelumnya.

Pada kasus tertentu, operasi masih dapat dilakukan kembali. Namun bila kanker sudah meluas ke organ sekitar, pasien dapat memerlukan kemoterapi maupun radioterapi sesuai kondisi masing-masing.

Pola Makan Bisa Tekan Risiko Kekambuhan

Selain kontrol rutin, pasien juga dianjurkan menjaga pola hidup setelah pengobatan selesai. Dr. Renny mengatakan, pola makan menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan pada pasien kanker endometrium.

Ia menyarankan pasien berkonsultasi dengan dokter gizi agar pola makan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Secara umum, pola makan yang dianjurkan hampir menyerupai pola makan bagi penderita diabetes, yakni membatasi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana serta tetap memperbanyak makanan bergizi.

Menurutnya, pengendalian gula darah penting karena peningkatan kadar estrogen yang dipengaruhi kondisi metabolik dapat ikut berperan terhadap kekambuhan penyakit. "Jadi, yang terutama itu harus dikontrol, yang diabetes harus dikontrol diabetesnya, yang nggak ada ya kontrol makanan,"lanjutnya. 

Selain menjaga pola makan, pasien juga dianjurkan tetap aktif bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan setelah pengobatan selesai.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan sekaligus membantu menurunkan faktor risiko yang dapat memengaruhi perjalanan penyakit.

Dr. Renny mengingatkan, operasi memang menjadi langkah penting dalam pengobatan kanker endometrium.  Namun, keberhasilan jangka panjang juga ditentukan oleh kepatuhan pasien menjalani kontrol serta menjaga gaya hidup sehat setelah terapi selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.