BOLASPORT.COM - Bagi yang doyan hal-hal berbau takhayul, momen angka 86 dikaitkan dengan penyebab gugurnya tiga wakil Afrika di Piala Dunia 2026 bisa jadi sorotan menarik.
Bak kena efek gendam yang sama, Timnas Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, dan Senegal kompak angkat koper dari turnamen di Amerika Utara pada babak 32 besar.
Hal menarik, ketiganya tersingkir gara-gara pengaruh dari kejadian yang sama: kebobolan gol lawan pada menit ke-86.
Rangkaian keapesan ini diawali oleh momen kekalahan Pantai Gading dari Norwegia di AT&T Stadium, Arlington, Selasa (30/6/2026).
The Elephants kemasukan duluan akibat gol cantik Antonio Nusa pada menit ke-39 yang baru bisa disetarakan winger Man United, Amad Diallo, di babak kedua (74').
Empat menit jelang waktu normal habis, sontekan pelan Erling Haaland menentukan kelolosan Norwegia ke babak 16 besar.
Momen tersebut hadir pada menit ke-86 yang mengunci kemenangan The Vikings 2-1.
Menyusul sehari kemudian, Timnas Republik Demokratik Kongo menjadi korban sihir gol menit ke-86 saat menghadapi Inggris di Atlanta (1/7/2026).
Secara mengejutkan, tim beralias Sang Macan Tutul, yang baru kembali mentas di Piala Dunia setelah edisi 1974, unggul kilat melalui gol Brian Cipenga (7').
RD Kongo berada di ambang sejarah untuk lolos, sampai lahirnya dua lesakan ajaib dari Harry Kane.
Sang kapten Inggris membalikkan kedudukan 0-1 menjadi 2-1 berkat ukiran brace dalam periode seperempat jam terakhir pertandingan.
Masing-masing golnya terlahir pada menit ke-75 dan, lagi-lagi, 86'.
Paling Tragis, 2-0 jadi 2-3
Hanya empat jam kemudian, Timnas Senegal mengalami tragedi yang lebih menohok saat dipulangkan Belgia lewat kekalahan di Seattle.
Sedikit beda, angka 86 bukan variabel yang memastikan kekalahan Singa Teranga seperti pengalaman Pantai Gading dan RD Kongo.
Tapi tak kalah krusial, kejadian di menit ke-86 menandakan momen titik balik Belgia yang berhasil melakoni comeback dahsyat untuk mengubah skor 0-2 menjadi 3-2 di saat-saat akhir.
Pada menit tersebutlah Belgia mendapatkan gol pertamanya dari tembakan Romelu Lukaku di dalam kotak lima meter.
Aksi bomber gempal ini memperkecil defisit setelah Senegal unggul dua gol lebih dulu melalui Habib Diarra (25') dan Ismaila Sarr (51').
Gol vital Lukaku memantik semangat Setan Merah untuk bangkit hingga mampu menyamakan skor pada menit ke-89.
Sundulan kapten Youri Tielemans bikin kedudukan sama kuat dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
Drama berdarah untuk Senegal terjadi pada pengujung extra time, beberapa detik saja menjelang babak tos-tosan.
Belgia mendapatkan tendangan penalti kontroversial yang berhasil dikonversi Tielemans menjadi gol penyempurna comeback di menit ke-120+5!
Tentu saja tidak semuanya wakil Afrika mengalami kesialan yang sama.
Sang juara Piala Afrika lewat meja hijau, Maroko, secara impresif maju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti.
Secara beruntun Aljazair akan menghadapi Swiss (2/7/2026), dan sehari berikutnya Mesir berjumpa Australia, Tanjung Verde menantang Argentina, serta Ghana menutup babak ini dengan duel versus Kolombia (3/7/2026).