Youri Tielemans Menanggapi Insiden Adu Mulut dengan Leandro Trossard saat Belgia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Senegal
Dewi Rahayu July 03, 2026 01:40 AM

Youri Tielemans berusaha meredakan ketegangan setelah terlibat konfrontasi panas di lapangan dengan rekan setimnya di tim nasional Belgia, Leandro Trossard, dalam kemenangan dramatis Belgia atas Senegal di babak 32 besar Piala Dunia. Gelandang Aston Villa tersebut dan bintang Arsenal itu sempat terlibat adu fisik saat jeda hidrasi di babak kedua, sebelum keduanya kemudian berperan penting dalam kebangkitan luar biasa tim berjuluk Setan Merah tersebut.

Insiden itu terjadi pada babak kedua yang penuh tekanan ketika Belgia tertinggal 2-0 dan terancam tersingkir lebih awal dari turnamen. Saat para pemain berkumpul untuk jeda hidrasi, Tielemans dan Trossard terlihat saling melontarkan kata-kata keras hingga situasi memanas dan harus dilerai oleh Romelu Lukaku serta Nicolas Raskin. Pada satu momen, Trossard terlihat mendorong Tielemans ketika emosi keduanya mencapai puncak.

Namun, gesekan internal tersebut justru menjadi pemicu semangat yang dibutuhkan Belgia. Lukaku mencetak gol di menit ke-86 untuk memperkecil ketertinggalan dan membuka peluang kebangkitan, lalu tiga menit kemudian Tielemans berhasil menyundul umpan silang Trossard untuk menyamakan kedudukan secara dramatis. Semua tanda ketegangan pun menghilang saat perayaan gol, dengan Tielemans mengangkat Trossard ke udara sebagai simbol bahwa perbedaan mereka telah disingkirkan demi kepentingan tim.

Tielemans kemudian memastikan kemenangan Belgia dengan mengeksekusi penalti pada menit ke-125 — gol paling akhir dalam sejarah Piala Dunia — yang membawa timnya melaju ke babak 16 besar. Seusai pertandingan, Tielemans menepis anggapan adanya keretakan hubungan dengan Trossard, menegaskan bahwa insiden itu hanyalah luapan emosi akibat keinginan kuat untuk meraih kemenangan di panggung dunia.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh ESPN, Tielemans menjelaskan kepada wartawan: “Tidak, lihat, itu hanya emosi sesaat. Kami semua adalah pemenang. Kami semua ingin menang. Kami ingin melakukan segalanya dengan benar. Kami ingin mewakili negara kami dengan baik, itu bagian dari permainan. Setelah pertandingan, tidak ada masalah. Jadi ya, itu hanya bagian dari pertandingan.”

Pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, juga tidak mempermasalahkan momen panas tersebut, bahkan memuji semangat juang yang ditunjukkan oleh para pemain seniornya. Menjelang laga babak 16 besar melawan tuan rumah Amerika Serikat, Garcia menilai bahwa interaksi penuh tekanan seperti itu menunjukkan bahwa skuadnya masih memiliki rasa lapar untuk bersaing di level tertinggi.

“Itu menunjukkan bahwa kami memiliki tim dengan semangat sejati,” ujar Garcia. “Para pemain boleh berbeda pendapat; mereka boleh saling beradu argumen. Leandro dan Youri adalah dua pemain yang sangat penting bagi tim nasional Belgia. Mereka sangat ingin menang. Saya bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya mereka perdebatkan, tapi saya menyukainya. Saya ingin pemain yang siap mengguncang meja ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan. Karena di lapangan, kami membutuhkan itu. Kami membutuhkan semangat juang seperti itu.”

Kemenangan ini memberikan napas baru dalam perjalanan Belgia di turnamen, mengubah potensi kegagalan menjadi kisah kebangkitan yang tak terlupakan. Setelah para pemain veteran berhasil membalikkan keadaan melawan Senegal, fokus kini sepenuhnya tertuju pada laga selanjutnya melawan tim nasional Amerika Serikat. Staf pelatih berharap semangat yang diperlihatkan oleh Tielemans dan Trossard dapat kembali disalurkan secara positif di pertandingan berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.