Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang 2-0 atas Bosnia & Herzegovina, namun kemenangan tersebut diwarnai insiden disipliner yang mencoreng hasil positif itu. Folarin Balogun, yang membuka keunggulan di Santa Clara, diusir dari lapangan pada menit ke-64 setelah tinjauan VAR. Meski kubu Amerika Serikat merasa kecewa, penyerang AS Monaco itu dipastikan absen dalam laga berikutnya melawan Belgia karena Federasi Sepak Bola AS tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Kontroversi di Stadion Levi's
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-61 ketika Balogun, yang sudah membawa timnya unggul, tampak mendarat dengan posisi tidak wajar di atas pemain Bosnia, Tarik Muharemovic. Awalnya terlihat seperti benturan kaki biasa, tetapi wasit Raphael Claus diminta oleh VAR untuk meninjau ulang tayangan video. Setelah melihat rekaman tersebut di monitor, Claus kembali ke lapangan dan langsung mengeluarkan kartu merah, menjadikan Balogun hanya pemain keempat dalam sejarah yang mencetak gol dan menerima kartu merah dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia.
Balogun tampak terpukul saat meninggalkan lapangan dan harus ditenangkan oleh rekan-rekannya. Meski bermain dengan sepuluh pemain, tim asuhan Mauricio Pochettino menunjukkan keteguhan luar biasa dan berhasil menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas Malik Tillman untuk mengamankan kemenangan 2-0.
Mengapa Timnas AS Tidak Dapat Mengajukan Banding atas Kartu Merah Balogun
Timnas AS mendapat pukulan besar menjelang babak 16 besar setelah dikonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki dasar hukum untuk membatalkan keputusan pengusiran Balogun. Berdasarkan Pasal 10.5 peraturan FIFA untuk Piala Dunia 2026, pemain yang mendapat kartu merah langsung "secara otomatis akan diskors dari pertandingan berikutnya bersama timnya."
Meski para penggemar AS berharap ada intervensi, seorang pejabat FIFA menjelaskan bahwa tim tidak dapat mengajukan banding terhadap larangan satu pertandingan standar akibat kartu merah, seperti dilaporkan oleh The Athletic. Komite Disiplin FIFA hanya dapat meninjau kasus jika mereka memutuskan untuk "menambahkan hukuman larangan bertanding tambahan" di luar satu pertandingan wajib, sehingga Timnas AS harus menghadapi Belgia tanpa pencetak gol andalan mereka.
'Saya rasa ini agak tidak adil'
Ruang ganti Timnas AS bersatu mendukung Balogun, dengan Christian Pulisic menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan dukungan. Setelah pertandingan, Pulisic menyampaikan rasa kecewanya terhadap keputusan tersebut. "Sungguh disayangkan, jujur saja. Jika melihat kembali rekamannya, keputusan itu terasa sangat keras untuk kami," ujar penyerang AC Milan itu. "Saya hanya mengatakan kepadanya bahwa dia sudah memberikan banyak hal untuk kami, dan sekarang kami akan mendukungnya. Saya tidak tahu aturan pastinya, tapi setelah melihat insiden itu, sangat mengecewakan. Saya paham itu bisa dianggap tindakan berbahaya, tapi dia hanya berusaha menjejakkan kaki ke tanah, dan kakinya tidak tinggi. Sungguh nasib yang sial."
Gelandang Juventus, Weston McKennie, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit. "Menurut saya, ini agak... di tahap seperti ini, di mana setiap pemain sangat penting, keputusan seperti itu terasa tidak adil," ujar McKennie. "Pada akhirnya, tugas saya adalah turun ke lapangan, berjuang meraih poin dan kemenangan. Entah kami bermain dengan sepuluh pemain atau kehilangan satu pemain di laga berikutnya, pemain lain akan maju dan memberikan kontribusi terbaik untuk tim."
Balogun Absen Saat Melawan Belgia
Staf pelatih Timnas AS kini harus mencari cara untuk menggantikan insting tajam Balogun saat menghadapi tim kuat Belgia. Dengan banding yang tidak dimungkinkan, fokus beralih sepenuhnya pada penyesuaian taktik. Skuad tetap optimistis, namun kehilangan pencetak gol utama mereka di laga penting babak 16 besar menjadi tantangan besar yang sebetulnya bisa dihindari. Ricardo Pepi atau Haji Wright kemungkinan besar akan menjadi pengganti di lini depan.