Penyaluran KUR dan UMi di DIY Lebih dari Rp2,2 Triliun
Yoseph Hary W July 03, 2026 01:14 AM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di DIY terus menunjukkan tren positif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY, Taukhid mengatakan penyaluran KUR dan UMi menjadi upaya pemerintah untuk menggerakkan UMKM.

Penyaluran KUR

Tercatat penyaluran KUR di DIY hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp 2,2 triliun yang disalurkan kepada kepada 39.223 debitur. Penyaluran KUR terus tumbuh, sebab pada triwulan I 2026 lalu penyalurannya baru Rp 1,2 triliun kepada 23.218 debitur.

"Penyaluran KUR di DIY sangat bagus, dan ini menunjukkan perkembangan bagus juga untuk pertumbuhan ekonomi DIY," katanya, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan data, penyaluran KUR terbesar masih berada di Kabupaten Sleman sebesar Rp 703,73 miliar. Ia pun menargetkan adanya pertumbuhan yang lebih baik di Kota Yogyakarta dan Gunungkidul.

Penyaluran UMi

Selain KUR, penyaluran UMi di DIY juga tumbuh. Hingga akhir Mei 2026 tercatat pembiayaan UMi mencapai Rp29,56 miliar kepada 5.547 debitur, dengan penyaluran terbesar berada di Kabupaten Bantul sebesar Rp10,06 miliar.

"Penyaluran UMi di DIY juga bagus, tetapi memang untuk UMi ini penyalurannya masih sedikit (jika dibandingkan dengan KUR). Kalau UMi ini masih ribuan (debitur), sedangkan KUR puluhan ribu (debitur)," sambungnya.

Tingginya penyaluran KUR dan UMi di DIY tidak lepas dari peran APBN yang positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi belanja negara di DIY mencapai Rp7,6 triliun atau 39,12 persen dari pagu Rp 19, 5 triliun.

Komponen pertumbuhan ekonomi masih belanja pemerintah

Menurut dia, tingginya belanja pemerintah menunjukkan upaya serius dalam menumbuhkan ekonomi. Pasalnya belanja pemerintah merupakan salah satu komponen untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.

"Belanja pemerintah ini adalah implementasi kebijakan fiskal pemerintah. Tujuan belanja pemerintah kan untuk menumbuhkan ekonomi," terangnya.

Penerimaan negara di DIY hingga akhir Mei 2026 pun positif. Tercatat realisasi pendapatan negara di DIY mencapai Rp 3,9 triliun atau 36,58 persen dari target Rp10,8 triliun.

Ia mengakui pada awal tahun 2026 sempat terjadi kontraksi. Namun pendapatan negara mulai tumbuh pada Mei 2026 sebesar 3,7 persen.

"Januari dan Februari masih terkontraksi, melanjutkan kontraksi tahun sebelumnya. Maret tumbuh, April sedikit kontraksi 0,8 persen, tapi Mei sudah tumbuh lagi, dan ini sudah tumbuh lagi. Dan Juni ini saya lebih optimis tumbuh lebih tinggi, dan ini menunjukkan ekonomi kita benar-benar bangkit," pungkasnya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.