Romelu Lukaku Akui Tak Siap Secara Mental Ambil Penalti Terakhir Belgia Lawan Senegal, Jelaskan Alasan Youri Tielemans Jadi Penentu Kemenangan di Perpanjangan Waktu
Rina Kusumawati July 03, 2026 03:59 AM

Romelu Lukaku mengakui bahwa dirinya tidak siap secara mental untuk mengambil penalti krusial di menit-menit akhir saat Belgia menang dramatis 3-2 atas Senegal melalui perpanjangan waktu, dan menjelaskan alasan mengapa Youri Tielemans yang akhirnya menjadi eksekutor penentu kemenangan.


Lukaku menjelaskan keputusan tersebut setelah pertandingan yang menegangkan di babak 32 besar Piala Dunia itu. Meskipun ia merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Belgia, penyerang Napoli tersebut merasa tidak dalam kondisi mental yang tepat untuk mengeksekusi penalti bertekanan tinggi di detik-detik terakhir laga. Keputusannya memberikan kesempatan bagi Tielemans untuk menjadi pahlawan saat Setan Merah membalikkan keadaan secara menakjubkan.


Lukaku utamakan tim daripada kejayaan pribadi


Puncak ketegangan terjadi di masa perpanjangan waktu ketika Belgia mendapat hadiah penalti yang bisa memastikan kemenangan. Meskipun Lukaku dikenal sebagai pemain andalan sekaligus penendang utama penalti, ia menyadari dirinya sedang mengalami kelelahan mental dan memilih untuk mundur agar tidak merusak kesempatan emas tersebut.


Dalam pernyataannya kepada RTBF setelah peluit akhir, penyerang Napoli itu mengatakan: “Saya seharusnya yang menendang, tapi saya masih melalui masa-masa sulit secara mental, jadi saya lebih memilih Youri yang melakukannya. Ini bukan tentang saya, tapi tentang tim yang harus menang.”


Musim penuh kesulitan pribadi dan profesional


Kondisi mental Lukaku tidak terlepas dari konteks yang lebih luas. Mantan pemain Chelsea itu menjalani musim 2025-26 yang sangat sulit bersama Napoli, hanya tampil selama 64 menit dalam seluruh kompetisi sepanjang musim. Kurangnya waktu bermain dan kepercayaan diri jelas berdampak pada pemain berusia 33 tahun tersebut.


Karakter Belgia memastikan kebangkitan dramatis


Belgia sempat di ambang tersingkir setelah tertinggal 2-0 hingga menit ke-86, sebelum Lukaku memperkecil ketertinggalan. Tiga menit kemudian, Tielemans menyamakan kedudukan dan membawa pertandingan ke perpanjangan waktu. Belgia akhirnya mampu mengalahkan Senegal dan melaju ke babak berikutnya. Saat ditanya tentang kemenangan yang penuh kekacauan itu, Lukaku berseloroh bahwa ia sudah lelah menghadapi pertandingan yang menegangkan seperti ini.


“Maaf saya harus mengatakannya seperti ini, tapi kami punya nyali besar. Itu yang dibutuhkan dalam laga sebesar ini. Jujur saja, saya sudah cukup bosan dengan pertandingan yang bikin jantung berhenti seperti ini,” ujarnya sambil tertawa, merujuk pada comeback legendaris Belgia di Piala Dunia 2018 melawan Jepang.


Belgia fokus ke babak 16 besar


Setelah kemenangan penuh drama tersebut, Belgia kini akan menghadapi Amerika Serikat di babak 16 besar untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia. Tim asuhan Rudi Garcia itu berharap dapat mempertahankan semangat dan keyakinan yang muncul dari kebangkitan luar biasa ini.


Rasa kebersamaan di dalam skuad tampak semakin kuat setelah ujian berat di Seattle. “Kemenangan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menyatukan tim semakin erat. Ini hal terindah, untuk para penggemar dan juga bagi kami sendiri,” pungkas Lukaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.