TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan VII di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bukan sekadar menjadi ajang kompetisi bagi para guru.
Perhelatan yang mempertemukan puluhan ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi potensi daerah, penguatan sektor peternakan, hingga kampanye pemenuhan gizi masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama berbagai unsur daerah berupaya memberikan kesan terbaik kepada para tamu yang datang dari 24 kabupaten/kota.
Tidak hanya guru dan tenaga kependidikan, sejumlah kepala daerah juga hadir menyaksikan pembukaan Porsenijar yang dipusatkan di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kamis (2/7/2026).
Beberapa kepala daerah yang hadir di antaranya Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid.
Juga hadir Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo H. Andi Rosman, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Gowa H. Darmawangsyah Muin, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, serta bupati dari berbagai daerah lainnya.
Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa Porsenijar telah berkembang menjadi agenda besar.
Baca juga: Unifah Rosyidi Puji Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif: Porsenijar PGRI Dongkrak Ekonomi Daerah
Sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antardaerah di lingkungan pendidikan Sulawesi Selatan.
Di luar kemeriahan seremoni pembukaan, perhatian peserta juga tertuju pada sebuah posko sederhana di depan Gedung DPRD Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.
Di lokasi tersebut, pimpinan, anggota, dan staf Sekretariat DPRD Sidrap membagikan sekitar 3.000 butir telur rebus secara cuma-cuma kepada peserta dan masyarakat.
Aksi tersebut bukan sekadar jamuan bagi tamu.
Pembagian telur menjadi cara Sidrap memperkenalkan identitasnya sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Sulawesi Selatan.
Sekaligus memperkuat kampanye konsumsi protein hewani yang selama ini digencarkan pemerintah daerah.
Program makan telur gratis itu juga menjadi simbol kesinambungan gerakan konsumsi dua butir telur setiap hari yang terus disosialisasikan di tengah meningkatnya produksi peternakan unggas di Sidrap.
Di sisi lain, kampanye tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Anggota DPRD Sidrap, H. Fathuddin, menjelaskan bahwa seluruh telur yang dibagikan berasal dari sumbangsih pimpinan dan anggota DPRD Sidrap sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Porsenijar.
"Pembagian telur ini merupakan inisiatif bersama pimpinan dan anggota DPRD Sidrap. Kami ingin para tamu membawa pulang kesan bahwa Sidrap tidak hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi juga dikenal sebagai daerah penghasil telur. Melalui kegiatan ini kami juga mengajak masyarakat membiasakan mengonsumsi telur setiap hari, terlebih produksi peternak kita saat ini sedang melimpah," ujarnya kepada Tribun-Timur.com.
Baca juga: 75 Ribu Guru Padati Sidrap, Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Sidrap, Saenal Rosi.
Menurutnya, pembagian telur merupakan bagian dari dukungan DPRD terhadap visi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat posisi daerah sebagai lumbung telur nasional.
Ia mengungkapkan, sektor peternakan ayam petelur di Sidrap menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Jika pada tahun sebelumnya populasi ayam petelur tercatat sekitar 4,6 juta ekor, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 5.011.700 ekor.
"Kami berharap setiap tamu yang hadir tidak hanya menikmati penyelenggaraan Porsenijar, tetapi juga mengenal potensi besar Sidrap di sektor peternakan. Telur menjadi identitas ekonomi masyarakat kami, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah kepada seluruh peserta," kata Saenal.
Kampanye konsumsi telur sendiri bukanlah program baru di Sidrap.
Pemerintah daerah selama ini secara konsisten menjalankan Gerakan Sidrap Free Stunting melalui program One Egg Every Day atau Satu Telur Setiap Hari.
Program tersebut menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok prioritas dalam pencegahan stunting.
Penyaluran telur dilakukan secara langsung kepada keluarga penerima manfaat maupun melalui Rumah Gizi Desa, Posyandu, serta fasilitas kesehatan di berbagai kecamatan.
Dengan pola distribusi tersebut, pemerintah berharap kebutuhan protein hewani masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Porsenijar tahun ini juga mendapat apresiasi dari kalangan pengurus PGRI Sulawesi Selatan.
Tokoh pendidikan sekaligus pengurus PGRI Sulsel, Basri Gaffar, menilai penyelenggaraan di Sidrap menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan Porsenijar.
Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai sekitar 72.640 orang menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
"Porsenijar di Sidrap merupakan yang terbesar dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah peserta yang sangat besar menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Sidrap sebagai tuan rumah. Saya melihat pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas pelayanan, kesiapan penyelenggaraan, dan pengelolaan kegiatan berskala besar. Ini menjadi kemajuan yang patut diapresiasi," ujar Basri saat dihubungi melalui WhatsApp.
Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan VII yang berlangsung pada 2–6 Juli 2026 tidak hanya menghadirkan 20 cabang olahraga, seni, dan pembelajaran sebagai ruang kompetisi antarguru.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah mempererat solidaritas insan pendidikan, memperkenalkan potensi ekonomi lokal, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah agenda pendidikan mampu memberikan dampak bagi sektor pariwisata, UMKM, peternakan, dan perputaran ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara.
Bagi Sidrap, menjadi tuan rumah bukan hanya tentang sukses menyelenggarakan sebuah kegiatan berskala provinsi.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas daerah sebagai sentra pangan dan peternakan, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan, pelayanan kepada tamu, promosi ekonomi, dan kampanye gizi dapat berjalan beriringan dalam satu perhelatan besar (*)