Siapa Pemain Austria? Dari Dongeng Piala Dunia hingga Gagal Bersinar di Manchester United
Rina Kusumawati July 03, 2026 06:12 AM

Para penggemar Liga Premier pasti akan mengenali beberapa pemain yang tampil malam ini melawan Spanyol.

Skuad asuhan Ralf Ragnick lolos sebagai peringkat kedua dari Grup J, berada di belakang juara bertahan Piala Dunia Argentina dan unggul atas Aljazair serta Yordania dengan empat poin.

Setelah hasil imbang dramatis 3-3 pada laga terakhir fase grup melawan Aljazair, Austria kini harus menghadapi Spanyol di Stadion Los Angeles.

Austria menghadapi tantangan berat jika ingin menumbangkan salah satu favorit turnamen, namun mereka bisa percaya diri setelah Republik Demokratik Kongo hampir saja membuat kejutan besar atas Inggris tadi malam.

Skuad Austria dipenuhi dengan pemain berpengalaman dari berbagai klub besar Eropa, sehingga Standard Sport menyoroti siapa saja sosok yang patut diperhatikan saat menghadapi Spanyol.

Kiper utama Austria yang bermain untuk Red Bull Salzburg diperkirakan akan sibuk malam ini, meskipun Spanyol memiliki persentase tembakan tepat sasaran terendah di antara tim yang tersisa dalam kompetisi ini, yakni 29,1%.

Pernah dikenal sebagai pemain serba bisa kelas dunia yang mampu menyeimbangkan permainan bertahan yang tenang di Bayern Munich dan Real Madrid dengan gaya menyerang yang agresif bersama tim nasional Austria.

Kini di usia 34 tahun, perannya lebih tenang namun tetap berpengalaman dan penting bagi tim. Ia resmi berstatus bebas transfer sejak kemarin setelah kontraknya bersama Madrid berakhir.

Meskipun mengalami patah rahang pada laga pembuka, ia tetap dipilih oleh Ragnick dalam skuad, menunjukkan betapa pentingnya dirinya bagi tim.

Bukan pilihan utama di bawah asuhan Ragnick, bek Tottenham ini merupakan salah satu dari sedikit pemain Austria yang akrab bagi penggemar Liga Premier.

Mantan gelandang Chelsea yang kini memperkuat Borussia Dortmund. Meskipun sempat membela Inggris di level junior, ia memutuskan untuk membela Austria, negara tempat kelahirannya, pada Maret 2026.

Akan menghadapi tugas berat di lini tengah untuk menandingi kekuatan gelandang Spanyol. Saat ini bermain untuk RB Leipzig.

Menjalankan pekerjaan kotor di lini tengah bersama rekan setimnya di Leipzig, Schlager. Selalu diandalkan dan sering kali kurang mendapat apresiasi.

Mencetak gol pembuka kampanye Austria saat mereka meraih kemenangan pertama di Piala Dunia sejak 1990 dengan menundukkan Yordania.

Mantan gelandang Manchester United dan Bayern Munich yang kini bermain untuk Borussia Dortmund. Memiliki insting mencetak gol tajam dan menjadi satu dari empat pemain yang telah bermain penuh di setiap pertandingan sejauh ini.

Menunjukkan potensi selama masa pinjam singkat di Old Trafford pada 2023, namun cedera membatasi penampilannya hanya dalam 11 pertandingan.

Menjadi panutan bagi tim Austria. Ia mampu melakukan segala hal di lapangan dan memiliki pengalaman di level tertinggi sebagai bagian penting dari Bayern Munich asuhan Vincent Kompany yang dikenal dengan permainan menyerangnya yang mengalir.

Kini berusia 37 tahun, mungkin menunjukkan menurunnya kekuatan Austria bahwa ia masih menjadi ujung tombak tim. Namun dengan dua gol dalam tiga pertandingan, ia tidak bisa diremehkan sebagai ancaman di depan gawang.

Pernah sukses membela Stoke City dan West Ham di Liga Premier, lalu melanjutkan kariernya bersama Inter Milan. Saat ini berkarier di Serbia.

Pemain muda berusia 20 tahun yang patut diperhatikan, pindah dari Bayern ke PSV musim panas lalu dan berperan penting dalam keberhasilan timnya menjuarai Eredivisie.

Meskipun mengalami patah rahang di laga pembuka, ia tetap dipercaya oleh Ragnick, menegaskan perannya yang vital dalam skuad.

Kalajdzic, mantan pemain Wolves yang telah mengalami tiga cedera ACL terpisah dalam lima tahun terakhir, bangkit dari bangku cadangan untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 melawan Aljazair yang memastikan Austria melaju ke babak gugur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.