UPG 1945 NTT Buktikan PTS Bukan Lagi Pilihan Kedua, Pendaftar Mahasiswa Baru Tembus 1.000 Orang
Adiana Ahmad July 03, 2026 07:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Di tengah tren nasional menurunnya minat masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta ( PTS ), Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ( UPG 1945 NTT )  justru mencatat lonjakan signifikan jumlah calon mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Rektor UPG 1945 NTT, Uly J. Riwu Kaho mengatakan, selama satu dekade terakhir PTS di Indonesia menghadapi tantangan serius karena jumlah mahasiswa baru terus mengalami penurunan, sementara perguruan tinggi negeri (PTN) justru mengalami peningkatan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah karena dapat berdampak terhadap masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.

"Karena itu kami melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta telah menyampaikan kepada pemerintah agar persoalan ini mendapat perhatian. Namun di sisi lain, kami sebagai PTS juga tidak boleh hanya menunggu. Kami harus terus berbenah dan melakukan perubahan," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 2 Juli 2026 diruang kerjanya.

Baca juga: Undarma Kupang Kantongi 130-an Mahasiswa Baru, Targetkan Peningkatan pada Gelombang III

Upaya tersebut, kata Uly, mulai membuahkan hasil. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UPG 1945 NTT terus meningkat. Bahkan tahun ini terjadi lonjakan yang cukup besar.

"Kalau tahun lalu peminat sekitar 700 sampai 800 orang, tahun ini sampai gelombang pertama dan kedua sudah lebih dari 1.000 calon mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti seleksi. Bahkan untuk gelombang ketiga, hingga saat ini sudah hampir 300 orang mendaftar," jelasnya.

Ia menegaskan peningkatan tersebut membuktikan bahwa anggapan perguruan tinggi swasta hanya menerima mahasiswa yang tidak lolos di PTN sudah tidak relevan lagi.

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari berbagai program unggulan yang berpihak kepada mahasiswa, terutama masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Sikapi Temuan di Undana, Politeknik Negeri Kupang Tekankan Transparansi dalam Seleksi Mahasiswa Baru

Salah satu program yang paling diminati adalah Gong Prestasi, yaitu jalur penerimaan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, seperti olahraga, seni musik, dan budaya.

Mahasiswa yang lolos melalui jalur tersebut memperoleh penghargaan berupa pembebasan biaya SPP. Bahkan jika mampu mempertahankan prestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional, pembebasan SPP diberikan hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan studi.

"Kami ingin memberi ruang kepada anak-anak berprestasi agar tidak terhambat kuliah hanya karena persoalan biaya," katanya.

Tak hanya itu, UPG 1945 NTT juga menghadirkan program yang disebut belum dimiliki perguruan tinggi lain, yakni Jaminan Kesehatan dan Wafat bagi Mahasiswa (Jamkesmawa).

Melalui program tersebut, kata Uly seluruh mahasiswa aktif memperoleh perlindungan kesehatan. Apabila mahasiswa mengalami sakit yang membutuhkan penanganan medis serius, seluruh biaya pengobatan, perawatan rumah sakit, tindakan dokter hingga operasi ditanggung oleh kampus.

Bahkan apabila terjadi musibah meninggal dunia, lanjutnya Universitas bertanggung jawab atas seluruh proses pemulasaran hingga pengantaran jenazah ke rumah duka.

Baca juga: Stiper Flores Bajawa Fasilitasi Pembuatan Akun KIP Bagi Calon Mahasiswa Baru

"Orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya tambahan ketika anaknya mengalami musibah selama masih menjadi mahasiswa aktif di UPG," ungkap Uly.

Selain memberikan perlindungan kesehatan, kata Uly kampus juga berupaya menjaga keterjangkauan biaya pendidikan. Besaran uang kuliah ditetapkan mulai Rp 1,5 juta untuk kelas Reguler A dan Rp 2 juta untuk Reguler B.

Mahasiswa juga diberikan keleluasaan mencicil pembayaran dua hingga tiga kali sesuai kemampuan ekonomi keluarga, cukup dengan menyampaikan surat pernyataan beserta dokumen pendukung sejak awal perkuliahan.

Di bidang pengembangan karier, UPG 1945 NTT membentuk Lembaga Perencanaan dan Pengembangan Kelembagaan serta Lembaga Pengembangan Prestasi guna memperkuat kompetensi mahasiswa.

Ia menegaskan, lulusan UPG tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Baca juga: Rektor Unwar Terima SK Prodi S1 Fisioterapi dari LLDIKTI, Penerimaan Mahasiswa Baru Resmi Dibuka

Beberapa kerja sama strategis telah dijalin, di antaranya dengan lembaga sertifikasi manajemen risiko dari Jakarta, Kongres Advokat Indonesia untuk program sertifikasi advokat bagi calon lulusan, serta Balai Latihan Kerja (BLK) guna mempersiapkan lulusan yang ingin bekerja di luar negeri.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan dan sertifikasi yang membuat mereka siap bersaing di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri," tegas Uly. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.