TRIBUNTRENDS.COM - Publik masih mempertanyakan satu hal dalam kasus penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap YTR (29), yakni mengapa korban tidak melarikan diri meski pelaku beberapa kali meninggalkan lokasi.
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar, Kombes Rumi Untari.
Menurutnya, korban tidak memiliki keberanian untuk kabur karena mengalami ketakutan yang sangat mendalam selama menjadi sasaran kekerasan pelaku.
Diketahui, YTR, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga disekap selama tiga tahun oleh Taufik Hidayat.
Selama masa penyekapan itu, korban juga mengalami penganiayaan berat hingga menderita cacat permanen.
Rumi menjelaskan, rasa takut yang dialami korban menjadi alasan utama mengapa kesempatan untuk melarikan diri tidak pernah dimanfaatkan.
Baca juga: Kejamnya Taufik Hidayat Terkuak Lewat Rekonstruksi, Sempat Obati YTR, Buat Korban Tak Bisa Kabur
"Ya memang ketakutan yang besar dari korban. Ponselnya dikuasai pelaku sejak awal," katanya, Kamis (2/7/2026) di Mapolda Jabar.
Ia menambahkan, keterangan tersebut disampaikan korban secara konsisten selama proses pemeriksaan, sehingga memperkuat dugaan bahwa tekanan psikologis menjadi faktor utama yang membuat korban tetap bertahan di bawah kendali pelaku.
Terkait tato yang terdapat di tubuh korban, Rumi menegaskan tidak ada paksaan secara langsung dari pelaku.
Namun, kondisi psikis korban saat itu membuatnya sulit menolak setiap keinginan pelaku.
"Walau memang secara lisan tak ada paksaan. Tapi, kalau kami lihat kondisi psikis ya pasti ada ketakutan. Kalau menolak pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," katanya.
Dalam rekonstruksi perkara, penyidik memperagakan total 21 adegan yang menggambarkan berbagai bentuk kekerasan yang dialami korban selama penyekapan.
Beberapa adegan memperlihatkan korban dipukul menggunakan helm, dihantam kaki meja berbahan besi di lokasi kejadian terakhir, hingga disabet golok ketika kondisi penglihatannya sudah hilang.
"Kami tadi fokus di TKP 3, 5, dan 6. Sedangkan TKP 4 hanya menampar sehingga luka di wajah ada darah yang menciprat ke dinding," ujarnya.
Penyidik juga mengungkap fakta lain bahwa pelaku sempat membeli obat di apotek setelah kondisi korban semakin memburuk.
Langkah tersebut bukan dilakukan untuk memberikan perawatan yang layak, melainkan karena pelaku khawatir korban meninggal dunia akibat luka-luka yang dialaminya.
"Dia sempat beli obat di apotek karena takut korban meninggal, maka dia mencoba mengobatinya sendiri," katanya.
Baca juga: Taufik Hidayat Sempat Check In Hotel Sebelum Ditangkap, Simpan Banyak KTP di Jok Motor & Curi Hp
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap perkembangan terbaru kondisi YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Taufik Hidayat.
Saat ini, YTR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka berat yang dideritanya.
Korban diketahui mengalami sejumlah cedera serius di sekujur tubuh, terutama pada bagian wajah dan kaki.
Selain itu, YTR juga mengalami gangguan penglihatan dan kehilangan sebagian bibir atas akibat penganiayaan tersebut.
Di tengah proses pemulihan korban, Dedi Mulyadi turut memantau langsung perkembangan kondisi YTR dan membahas rencana tim medis untuk melakukan rekonstruksi wajah korban.
Momen itu terlihat dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Rabu (1/7/2026).
Dalam video tersebut, Dedi bertemu dengan kakak, kakak ipar, serta dokter yang menangani YTR.
Ia pun menanyakan secara langsung perkembangan kesehatan korban.
Keluarga menyebut kondisi YTR kini mulai membaik karena sudah dapat berjalan, duduk, berbicara, hingga makan dengan lebih baik.
Meski demikian, korban masih harus menjalani serangkaian perawatan medis lanjutan untuk memulihkan kondisinya secara menyeluruh.
Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Polda Jabar Lebih Berperan Tangkap Taufik Hidayat, Berikan Rp 250 Juta ke Korban
"Lebih baik, udah bisa jalan, duduk, udah bicara, udah bisa makan, kemarin minta pempek," ujar kakak ipar YTR.
Dedi lantas menanyakan soal tahapan pemulihan kesehatan YTR pada sang dokter.
Sang dokter menyebut tahap pertama pemulihan YTR adalah dengan memulihkan gizinya serta menghilangkan infeksinya.
"Sekarang rencana tahapan pemulihan kesehatannya apa saja?" tanya Dedi Mulyadi.
"Pertama tahap pemulihan gizi dan sebagainya untuk menghilangkan infeksi yang sudah bertahun-tahun, itu yang paling bahaya kalau infeksi menyebar ke seluruh darah, itu bisa menyebabkan kematian, sekarang sudah ada perbaikan, kemarin operasi dibersihkan semua luka di bagian (dahi)," ucap sang dokter.
Tahap kedua, dokter mengaku akan melakukan rekonstruksi wajah pada YTR. Namun, rekonstruksi wajah itu akan memakan waktu sekitar satu tahun lantaran dilakukan bagian per bagian wajah dan tubuh.
"Saya sudah merencanakan itu proses rekonstruksi kurang lebih 1 tahun pak," ujar dokter YTR.
Baca juga: Taufik Hidayat Bohong? Bantah Sekap & Gunting Mulut YTR, Alibi Pukul Pakai Helm, Dedi Mulyadi Murka
"Butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk merekonstruksi wajah Vita," tulis Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi ungkap kondisi korban penyekapan Taufik Hidayat, netizen langsung ramai memberi komentar. Banyak yang berdoa agar YTR lekas pulih.
"Semoga sehat selalu... kita dijauhkan dr mara bahaya..terimaksih pak KDM," tulis akun @ish***.
"Semoga lekas membaik untuk teh vita," tambah akun @vi***.
"Kawal sampai tuntas," tambah akun @ab***.
Baca juga: Kondisi Korban Penyekapan Bandung yang Butuh Rekonstruksi Estetika Wajah, Isu Hamil & Keguguran
Seperti diketahui, baru-baru ini ramai kasus penyekapan dan penganiayaan berat oleh tersangka Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya YTR , di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Kasus ini terbongkar usai korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi luka kritis.
Keluarga korban kemudian segera melaporkan tindak pidana ini ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026. Kini, pelaku tengah ditangkap oleh kepolisian.
(TribunTrends/TribunJabar/Grid.id)