TRIBUNNEWS.COM - Pencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Spanyol atas Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026, menimang dan menimbang antara Portugal atau Kroasia yang akan dihadapi di fase selanjutnya.
Berlangsung di Stadion SoFi, Amerika Serikat, Jumat (3/7) dini hari WIB, timnas Spanyol sudah membuka keunggulan pada menit 36' melalui Mikel Oyarzabal. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
La Furia Roja menggandakan keunggulan melalui sundulan wingbek Tottenham Hotspur, Pedro Poro pada menit 66'.
Pesta kemenangan 3-0 Spanyol atas Austria ditutup lewat gol kedua Mikel Oyarzabal (89').
Dengan hasil ini, Spanyol menunggu lawan di 16 Besar, antara Portugal atau Kroasia yang baru akan bertanding pagi ini jam 06.00 WIB.
Langkah Spanyol menjejak ke 16 Besar membuktikan opini pecinta sepak bola bahwa mereka layak masuk daftar favorit juara Piala Dunia edisi kali ini.
"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar analis dari Spieltag Indonesia, Adrian dalam podcast Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah.
"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," kata dia menambahkan.
Sepasang gol ke gawang Austria membuat Mikel Oyarzabal mencatatkan rekor langka.
Menukil dari laman Misterchip, Mikel Oyarzabal menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia sejak Emilio Butragueno melawan Denmark di 16 besar pada tahun 1986.
Di sisi lain, Mikel Oyarzabal juga ikut andil dalam panasnya persaingan di bursa top skor. Kini, dia sudah mencetak empat gol di Piala Dunia 2026, dan hanya berselisih dua lesakan dari top skorer sementara, Lionel Messi-Kylian Mbappe.
Pasca-pertandingan, penggawa Real Sociedad ini memberikan komentar soal laga melawan skuad asuhan Ralf Rangnick, yang baginya memang cukup rumit.
Baca juga: Kejamnya Piala Dunia 2026, Enam Pelatih Kehilangan Jabatan usai Gagal Penuhi Ekspektasi
"Saya senang karena saya bisa membantu tim saya. Kami berhasil lolos ke pertandingan berikutnya dan sekarang kami perlu istirahat," ujar pemain kelahiran Eibar 29 tahun silam, dikutip dari laman BBC.
"Pertandingan yang cukup rumit, kami tahu itu akan sulit. Mereka adalah tim yang cukup tangguh secara fisik. Ini adalah hari yang hebat, pertandingan yang hebat dan kami senang," sambungnya melanjutkan.
Pemain yang bisa beroperasi di seluruh area lini serang ini, mengakui secara permainan Spanyol masih memiliki celah. Namun hal itu tak akan menjadi alasan bagi Spanyol untuk berhenti berjuang.
"Saya percaya beberapa pertandingan berjalan baik, yang lain mungkin tidak begitu baik, tetapi kami akan terus maju."
Disinggung soal lawan yang akan dihadapi Spanyol di 16 Besar, antara Portugal atau Kroasia, Oyarzabal, merasa timnya mampu menghadapi tim manapun.
"Kroasia atau Portugal? Saya tidak tahu. Saya punya teman di setiap tim, jadi ayo lawan mereka," ujarnya menilai penuh harap.
Sedangkan mantan pemain Chelsea, Atletico Madrid, dan timnas Spanyol, Cesar Azpilicueta, merasa timnas negaranya sudah berada di trek yang tepat untuk melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.
"Spanyol berada di jalur yang benar. Performa yang luar biasa. Mereka menemukan ritme permainan dan kemudian mencetak gol pertama. Ini bagus untuk memberi mereka kepercayaan diri," nilai Azpilicueta yang bertugas sebagai pundit BBC dalam live siaran Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Giri)