TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan modernisasi kapal nelayan Indonesia yang hingga akhir 2028 akan menyasar 1.582 kapal nelayan yang rampung dimodernisasi guna meningkatkan hasil tangkapan ikan.
Hingga 2029, total kapal nelayan yang akan dibangun dan dimodernisasi ditargetkan mencapai 4.582 unit. Pada tahap awal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyelesaikan 1.582 unit kapal modern berkapasitas minimal 30 gross ton (GT), sebagian di antaranya dibiayai melalui fasilitas pinjaman Inggris.
"Saat ini yang dimodernisasi bisa dikatakan nol, masih belum. Mudah-mudahan kita targetkan sih sampai akhir tahun ini (2026) itu jadi 50 unit. Selebihnya sampai dengan akhir tahun 2028, 1.582 bisa selesai," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat jumpa pers usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian KP, di GMB III Kementerian KP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Kata dia, anggaran untuk program ini hasil minjam dana dari Pemerintah Inggris. Namun dia tidak membeberkan secara detail besaran anggaran untuk program ini. "(Modernisasi) 1.582 kapal itu dibiayai dari pinjaman luar negeri, dari pemerintah Inggris, yang sekarang sedang dalam proses perencanaan," kata dia.
Pemerintah memiliki target untuk melakukan modernisasi kapal nelayan sebanyak 4,582 kapal. Tapi program modernisasi ini tidak bisa diwujudkan cepat karena keterbatasan anggaran dan kesiapan nelayan menggunakan armada tangkapnya.
Trenggono meyakini upaya modernisasi kapal nelayan bisa dilakukan bertahap dan berkelanjutan. "Kapan bisa selesai 4.000? Paling tidak 1.582 akhir 2028 bisa selesai dulu. Nah selebihnya nanti paralel kita pelan-pelan," tandas dia.
Baca juga: Prabowo dan PM Starmer Sepakat Bangun 1.582 Kapal Nelayan, Inggris Siap Investasi Rp 90 Triliun
Transformasi armada tangkap nasional ini saat ini menitikberatkan pada beberapa aspek penting.
Antara lain, standar armada dengan menggantikan kapal kayu tradisional dengan kapal modern bersertifikasi yang dilengkapi teknologi navigasi canggih, fish finder, dan sistem pendingin (freezer) untuk menjaga kualitas ikan higienis sejak ditangkap.
Kemudian aspek pemberdayaan nelayan di mana antuan kapal disalurkan melalui kelompok usaha berbasis koperasi nelayan,
Selain itu juga aspek penyerapan SDM: Program ini membutuhkan dukungan 20.000 awak kapal perikanan (AKP) untuk 1.582 unit kapal tahap pertama. Pelatihan dan sertifikasi awak kapal disiapkan oleh KKP melalui Program Pelatihan Awak Kapal Perikanan.
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Januari 2026 lalu menyepakati kerja sama strategis di sektor maritim yang mencakup proyek pembangunan 1.582 kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.
Baca juga: KKP Buka Lowongan 20.094 Awak Kapal Perikanan, Minimal Lulusan SD Bisa Daftar
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara. “Kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan,” ujar Teddy di London, Rabu (21/1/2026) waktu setempat.
Menurut Teddy, pembangunan kapal-kapal tersebut diproyeksikan menyerap hingga 600.000 tenaga kerja di Indonesia.
Rinciannya meliputi sekitar 30.000 awak kapal, 400.000 pekerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170.000 orang yang terdampak efek pengganda dari aktivitas ekonomi tersebut.
“Yang menarik, kapal ini menurut Menteri Kelautan dan Perikanan akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang. Karena nanti diproduksi dan dirakitnya di Indonesia,” kata Teddy.