Sosok Brigjen Lalu Muhammad Iwan yang Terjerat Kasus Korupsi MBG, Karier Hancur Gegara Ompreng
jonisetiawan July 03, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Perjalanan karier panjang Brigjen Polisi Lalu Muhammad Iwan Mahardan yang selama lebih dari tiga dekade dikenal sebagai perwira kepolisian dengan berbagai pengalaman strategis kini memasuki babak yang sama sekali berbeda.

Nama jenderal bintang satu tersebut menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026.

Dalam perkara ini, Lalu Muhammad Iwan Mahardan yang kini menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) diduga memiliki peran penting dalam pengaturan penjualan wadah makan atau food tray (ompreng) kepada calon mitra penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa tersangka diduga mengatur skema penjualan perlengkapan tersebut melalui perusahaan yang sengaja dibentuk oleh pihak tertentu.

Baca juga: Laporkan Tiyo Ardianto soal MBG, Firdaus Oiwobo Ternyata Punya SPPG, Takut Rugi karena Ada Masalah?

"Perannya adalah pada tahun 2025, saudara LMI meminta saksi YCS dan RD mendirikan suatu perusahaan dengan tujuan sebagai sarana melakukan penjualan alat berupa food tray kepada calon mitra SPPG dengan harga yang sudah ditentukan oleh tersangka LMI.

Di dalam harga tersebut sudah termasuk ada bagian (fee) untuk saudara LMI agar titik tersebut di-approve atau disetujui," kata Syarief.

Menurut penyidik, sebelum menduduki jabatan sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Lalu Muhammad Iwan Mahardan terlebih dahulu menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional hingga Maret 2025.

Atas perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menahan Brigjen LMI di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto KUHP.

Dengan penetapan tersebut, jumlah tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program MBG bertambah menjadi tujuh orang.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Pemilik dapur MBG di Ponorogo sunat budget menu dari Rp10 ribu menjadi Rp6.500 per porsi. Kepala SPPG turut menerima intimidasi jika tidak menuruti keinginan pemilik dapur MBG tersebut.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Ompreng MBG. Lalu Muhammad Iwan Mahardan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi MBG. Ia diduga mengatur penjualan food tray (ompreng) kepada calon mitra SPPG melalui perusahaan yang sengaja dibentuk (Instagram @badangizinasional.ri)

Karier Dimulai dari Korps Brimob

Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1994.

Perwira kelahiran Nusa Tenggara Barat pada 22 Januari 1972 itu baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi sebelum akhirnya terseret dalam perkara hukum yang kini sedang diusut Kejaksaan Agung.

Karier kepolisian Lalu Muhammad Iwan diawali dari Korps Brimob dengan berbagai penugasan di wilayah Kalimantan Barat.

Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya di Polda Bengkulu hingga Polda Metro Jaya dengan menempati berbagai posisi strategis.

Sepanjang kariernya, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga Kapolres Dharmasraya di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.

Baca juga: Pengusaha MBG di Riau Minta BGN Tetap Salurkan Insentif Meski sedang Libur Sekolah

Pernah Emban Tugas Nasional hingga Internasional

Selain bertugas di satuan kewilayahan, Brigjen Lalu Muhammad Iwan juga pernah menduduki sejumlah jabatan di Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, hingga Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat.

Pengalamannya tidak hanya terbatas di lingkungan kepolisian dalam negeri.

Ia juga dipercaya menjalankan berbagai tugas berskala nasional maupun internasional.

Beberapa di antaranya menjadi liaison officer (LO) ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, hingga terlibat dalam pengamanan Pemilu Jepang tahun 2019.

Di bidang pendidikan, ia merupakan lulusan PTIK dan Sespimmen.

Ia juga mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan di dalam maupun luar negeri, termasuk di Italia, Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing.

Raih Sejumlah Penghargaan

Selama mengabdi sebagai anggota Polri, Lalu Muhammad Iwan Mahardan menerima berbagai penghargaan atas masa pengabdiannya.

Beberapa di antaranya ialah Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja.

Sesaat setelah resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi, ia juga sempat menyampaikan pandangannya mengenai profesi yang dijalaninya.

"Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati," ujarnya.

Kini, setelah lebih dari tiga puluh tahun berkarier di institusi kepolisian dan menempati berbagai jabatan penting, perjalanan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan memasuki fase yang berbeda.

Ia harus menghadapi proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini masih terus dikembangkan oleh Kejaksaan Agung.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan, sebagian diolah dari Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.