Intip Isi Rekening Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG, Punya Tanah Seluas Ini
jonisetiawan July 03, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sorotan publik kini tak hanya tertuju pada proses hukum yang menjerat Brigjen Polri Lalu Muhammad Iwan Mahardan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga pada total harta kekayaannya yang mencapai miliaran rupiah.

Diketahui, Lalu Muhammad Iwan Mahardan jadi tersangka ketujuh dalam korupsi tata kelola Program MBG.

Menanggapi hal tersebut, Polri menegaskan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang terbukti terlibat tindak pidana, termasuk terhadap perwira tinggi di institusi kepolisian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Koordinator SPPG Blitar Ungkap Dampak Mengerikan Jika MBG Dihentikan: 5.000 Pekerja Terancam PHK

"Polri bersikap tegas sesuai ketentuan kedinasan yang berlaku dan berkomitmen tidak ada impunitas terhadap setiap individu personel Polri yang melakukan tindak pidana," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Menurut Isir, Polri menghormati sepenuhnya proses penyidikan yang tengah dilakukan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam tata kelola Program MBG.

Ia memastikan institusinya akan mendukung seluruh proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

"Polri mendukung dan menghormati proses penegakan hukum dalam kasus korupsi MBG yang dilakukan Kejaksaan Agung," ujarnya.

Meski demikian, Isir belum dapat memastikan kapan Brigjen Lalu Muhammad Iwan akan menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).

Ilustrasi oknum polisi
Ilustrasi polisi. Lalu Muhammad Iwan Mahardan resmi menjadi tersangka ketujuh dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diusut Kejaksaan Agung. (Tribunnews.com)

Siapa Lalu Muhammad Iwan?

Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1994.

Perwira kelahiran Nusa Tenggara Barat pada 22 Januari 1972 itu baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi sebelum akhirnya harus menghadapi proses hukum dalam perkara yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung.

Kariernya dimulai dari Korps Brimob dengan berbagai penugasan di wilayah Kalimantan Barat.

Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian di Polda Bengkulu hingga Polda Metro Jaya dengan menempati sejumlah jabatan strategis.

Sepanjang perjalanan kariernya, Lalu Muhammad Iwan pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga Kapolres Dharmasraya di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.

Baca juga: Kepala BGN Datangi Purbaya, Bawa Proposal Penghematan Dana MBG: Kalau Bisa Dipotong Lebih Banyak

Dipercaya Menjalankan Berbagai Penugasan Strategis

Selain bertugas di jajaran kewilayahan, Brigjen Lalu Muhammad Iwan juga pernah mengemban berbagai jabatan penting di lingkungan Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, hingga Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman tugasnya juga meluas hingga tingkat nasional dan internasional.

Ia pernah dipercaya menjadi liaison officer (LO) ASEAN Games 2018, LO Polri untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, hingga terlibat dalam pengamanan Pemilu Jepang tahun 2019.

Dalam bidang pendidikan kepolisian, ia merupakan lulusan PTIK dan Sespimmen.

Selain itu, ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di dalam maupun luar negeri, termasuk di Italia, Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing.

Raih Berbagai Penghargaan Selama Mengabdi

Selama menjalani karier sebagai anggota Polri, Lalu Muhammad Iwan Mahardan memperoleh sejumlah penghargaan atas masa pengabdiannya.

Beberapa penghargaan tersebut di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja.

Baca juga: Tak Setuju Dapur Dihentikan, Mitra MBG Klaim Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp111,28 Triliun

Harta Kekayaan Mencapai Rp4,4 Miliar

Berdasarkan data pada situs resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses pada Kamis (2/7/2026), Lalu Muhammad Iwan Mahardan terakhir kali menyampaikan laporan kekayaannya pada 7 April 2025.

Dalam laporan tersebut, total kekayaan yang dimilikinya tercatat mencapai Rp4,400 miliar.

Harta tersebut terdiri atas satu bidang tanah dan bangunan seluas 2.000 meter persegi di Kabupaten Lombok Barat senilai Rp1 miliar.

Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan satu unit mobil Toyota Kijang Innova tahun 2018 dengan nilai sekitar Rp250 juta.

Tak hanya aset properti dan kendaraan, LHKPN juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp1,810 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp1,380 miliar.

Seluruh data tersebut merupakan bagian dari laporan kekayaan yang wajib disampaikan penyelenggara negara sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Kini, setelah lebih dari tiga dekade mengabdi di institusi kepolisian dan menduduki berbagai jabatan strategis, perjalanan karier Brigjen Lalu Muhammad Iwan memasuki fase yang penuh ujian setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan, sebagian diolah dari Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.