Pemadaman Listrik Bergilir hingga Akhir September, PLN Kalselteng Janjikan Kompensasi ke Pelanggan
Hari Widodo July 03, 2026 06:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) masih harus bersabar hingga tiga bulan ke depan. PT PLN (Persero) memperkirakan proses pemulihan gangguan pembangkit listrik di sistem interkoneksi Kalselteng baru rampung akhir September 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/7/2026), saat membahas penanganan pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menjelaskan gangguan yang terjadi saat ini disebabkan forced outage atau gangguan yang tidak direncakan pada pembangkit.

Ia mengatakan proses pemulihan saat ini dilakukan oleh unit pembangkitan. Apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, sistem kelistrikan akan kembali beroperasi pada akhir September mendatang.

“Targetnya sekitar akhir September sudah normal,” katanya.

Baca juga: PMII Tanahlaut Sampaikan Lima Tuntutan, PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman dan Skema Kompensasi

Iwan menjelaskan, gangguan bermula dari masalah operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah yang menyebabkan kemampuan pembangkit memasok daya ke sistem menurun sehingga pasokan listrik belum dapat beroperasi optimal.

“Untuk menjaga frekuensi dan kestabilan sistem, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, saat itu sebenarnya telah berlangsung plant outage, yakni penghentian operasi pembangkit yang telah dijadwalkan untuk pemeliharaan. Namun, proses pemeliharaan di salah satu pembangkit mengalami keterlambatan sehingga pembangkit lain harus menanggung beban lebih besar. Akibatnya, sebagian pembangkit mengalami forced outage atau gangguan tidak terencana.

Kondisi tersebut membuat operator harus segera mengurangi beban sistem agar frekuensi jaringan tetap berada pada batas aman. Jika beban tidak dikurangi, frekuensi listrik akan terus turun dan berpotensi memicu blackout di seluruh sistem interkoneksi Kalimantan.

Selain itu, PLN menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Kalselteng memasuki status siaga mulai 3 Juli 2026 dengan cadangan daya sekitar 52 megawatt (MW). Kondisi tersebut akan dievaluasi secara berkala setiap dua minggu.

Meski berstatus siaga, Iwan menegaskan kondisi tersebut tidak berarti pemadaman bergilir akan terus terjadi. “ Cuman cadangan daya kita memang kecil sekali. Mudah-mudahan tidak ada gangguan lagi,” ujarnya.

Dalam rapat juga disepakati selama masa pemulihan, durasi pemadaman diupayakan tidak melebihi ketentuan standar pelayanan, yakni maksimal enam kali dalam satu bulan atau total enam jam dalam sebulan. Apabila pemadaman melampaui batas tersebut, pelanggan akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan pemerintah.

Untuk pelanggan pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik. Sementara pelanggan prabayar akan memperoleh kompensasi berupa token listrik tambahan yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile, Call Center PLN 123, maupun Unit Layanan Pelanggan (ULP) terdekat.

Dalam penjelasan tersebut, anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan NB menilai penyampaian pihak PLN bertele-tele. Politisi PDI Perjuangan ini juga mempertanyakan apakah PLN telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalsel atas dampak pemadaman bergilir beberapa waktu terakhir.

Menanggapi hal itu, Iwan Soelistijono kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan awak media.

Kritik serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Achmad Maulana. Ia menilai persoalan terbesar hanya pemadaman listrik, tapi juga lemahnya komunikasi PLN kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat seharusnya memperoleh informasi yang jelas mengenai jadwal pemadaman sebelum listrik diputus, bukan setelah kejadian berlangsung.

“Yang saya tahu pemadaman itu empat jam, tetapi kenyataannya bisa sampai lima jam,” ujarnya.

• Pemadaman Listrik Bergilir Picu Dua Kebakaran di Kalsel, Begini Respons PLN

Di saat yang bersamaan dengan pertemuan bersama anggota DPRD Kalsel, sejumlah perwakilan aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi massa (ormas) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Unit PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng di Banjarbaru, Kamis.

Kehadiran perwakilan dari pengurus HMI, PMII dan IMM Kalsel ini untuk beraudiensi dan menyapaikan sejumlah tuntutan atas permasalahan kelistrikan di Kalsel.

Muhammad Arif Fikri, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan Kanwil PLN UID Kalselteng, menyampaikan ucapan terimakasih kepada mahasiswa yang datang ke Kanwil PLN Kalselteng menyampaikan aspirasi.

Tim PLN sedang bekerja secara intensif selama 24 jam penuh untuk memperbaiki kondisi tersebut. PLN Kalselteng berharap sistem kelistrikan di Kalimantan dapat berangsur-angsur pulih dan kembali normal pada bulan Juli 2026 ini.

“Ini mudah-mudahan ya di bulan Juli ini bisa berangsur-angsur segera pulih kembali ya. Kami berharap ini secepatnya bisa segera normal kembali ya,” ujarnya. (msr/riz)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.