Kisah Inisiator Komunitas Pencinta Alam Ulin, Agus Ajak Generasi Muda Jaga Hutan Tanahbumbu
Hari Widodo July 03, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Berawal dari hobi masa sekolah di SMA Negeri 1 Simpang Empat pada 2002, Agus Riyanto kini dikenal sebagai sosok penting di balik gerakan pelestarian lingkungan di Tanahbumbu.

Pria yang akrab dengan dunia alam bebas ini merupakan pendiri Komunitas Pencinta Alam (KPA) Ulin, sebuah organisasi yang lahir dari keprihatinannya terhadap maraknya pendaki instan dan kritisnya kondisi alam daerah.

Perkenalan awal Agus dengan alam dimulai saat dirinya dimentori oleh Rahmatullah, yang mengajarkannya tentang prosedur keselamatan (safety) berkegiatan di ketinggian. Sejak saat itu, kecintaan Agus terhadap aktivitas alam bebas tidak pernah luntur.

Titik balik yang memicu kesadarannya untuk mendirikan KPA Ulin muncul ketika ia melihat menjamurnya penggiat alam atau pendaki ‘fomo’ (populer/ikut-ikutan) yang mendaki dengan persiapan seadanya sehingga memicu banyak insiden.

Baca juga: Pemerintah Ngotot Lanjutkan Taman Nasional Meratus, Walhi Kalsel Minta Akui Hutan Adat Dulu

Di sisi lain, ia menyaksikan hutan di daerahnya mulai menipis akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit, meluasnya pertambangan batu bara, maraknya tambang emas ilegal, serta masifnya aksi illegal logging.

Terinspirasi dari konsep organisasi Wanadri, ia ingin mentransformasikan hobinya menjadi gerakan sosial agar para penggiat alam mendapatkan pembekalan dasar dan ikut melakukan penanaman pohon bersama.

Nama Ulin dipilih secara khusus oleh Agus karena terinspirasi dari pohon besi endemik Kalimantan yang kini sudah sangat langka ditemui di alam. Secara filosofis, ulin tumbuh pelan namun membentuk batang yang keras dan kuat di tengah rimbunnya tegakan di sekelilingnya, yang memaknai bahwa KPA Ulin harus mampu tumbuh kokoh menghadapi berbagai halangan dan rintangan.

Dalam merintis komunitas ini, Agus pertama kali mengajak beberapa temannya yang memiliki hobi sama untuk bertukar pikiran, yaitu Rina Novita Sari, Ilham Krisdiantoro, Sulistiawan, dan Jasdik.

Berkat konsistensi Agus dalam menyuarakan impiannya, mereka akhirnya percaya dan sepakat berkumpul serta berdiskusi di rumah pribadi Agus yang sekaligus dijadikan markas operasional (basecamp) mereka.

Saat pertama kali dideklarasikan, angkatan pertama KPA Ulin hanya beranggotakan lima orang yang seluruhnya berasal dari kalangan siswa SMA sederajat.

Keterbatasan modal, peralatan operasional yang sederhana, hingga masalah pendanaan yang mengandalkan iuran bulanan anggota dan kantong pribadi Agus sempat menjadi momok tersendiri. Bahkan Agus mengakui bahwa di masa-masa awal, dirinya dan tim kerap menerima kritikan, cibiran, serta dipandang rendah oleh orang luar yang berbeda pendapat.

Namun, Agus memilih menjadikannya sebagai cambuk motivasi agar semakin semangat membuktikan bahwa dengan modal seadanya mereka tetap memiliki tekad yang luar biasa.

Untuk menggaet minat pemuda setempat, Agus menyiasatinya dengan menggelar kegiatan sukarela yang dikemas menarik, seperti camping fun, kegiatan peduli lingkungan, hingga aksi solidaritas. Langkah ini terbukti efektif menjadi wadah berkumpul, berdiskusi, dan menarik minat anggota baru.

Baca juga: 1.360 Batang Sawit Masuk Cagar Alam Dimusnahkan, Area 10 Hektare Dikembalikan Ke Fungsi Hutan

Dukungan resmi kemudian datang dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Tanbu yang menyokong legalitas mereka. KPA Ulin akhirnya menggelar aksi lapangan resmi pertamanya di Gua Liang Bangkai berupa kegiatan fun camp wisata pelajar pada 2020 yang disponsori langsung oleh dinas.

Kini, setelah 10 tahun merintis, Agus merasa bangga karena organisasi yang didirikannya masih mampu bertahan solid berkat dukungan penuh dari sang istri.

Hingga saat ini, KPA Ulin rutin menjalankan program nyata mulai dari pembersihan sampah di destinasi wisata pantai, gua, dan air terjun, penanaman pohon dan mangrove, hingga pemberian pendidikan dasar kepecintaalaman bagi calon anggota.

Melalui KPA Ulin, Agus menyimpan mimpi besar untuk terlebih dahulu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kawan-kawan di sekitarnya sebelum melangkah ke target yang lebih luas.(Banjarmasinpost.co.id/M Fikri Syahrin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.