TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Tak hanya melalui transformasi digital, lembaga penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini juga memperluas layanan tatap muka hingga ke pelosok melalui ratusan kantor cabang, layanan jemput bola, serta kolaborasi dengan agen di tingkat desa.
Komitmen tersebut dipaparkan dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar di Jakarta dan zoommeeting di kantor BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Kamis (2/7/2026).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
"Public expose ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada masyarakat sekaligus wujud keterbukaan informasi atas pengelolaan Program JKN sepanjang tahun 2025," ujar Prihati.
Baca juga: Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Dibuka, Ada Formasi Samarinda dan Balikpapan
Hingga 31 Desember 2025, BPJS Kesehatan memiliki jaringan pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri atas 1 kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang, dan 387 kantor kabupaten/kota. Seluruh layanan tersebut didukung oleh 10.214 pegawai yang melayani jutaan peserta JKN.
Untuk memangkas antrean dan mempercepat layanan administrasi, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN) di kantor cabang. Sepanjang 2025, fasilitas layanan mandiri ini telah dimanfaatkan dalam sekitar 3,2 juta transaksi.
Sementara itu, bagi masyarakat yang berada jauh dari kantor pelayanan, BPJS Kesehatan menghadirkan BPJS Keliling. Layanan jemput bola tersebut mencatat 698.227 transaksi melalui 30.317 titik layanan yang tersebar hingga ke daerah dengan akses pelayanan terbatas.
Selain itu, lanjut Prihati, kemudahan layanan juga diperluas melalui Mal Pelayanan Publik (MPP). Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan membukukan 736.268 transaksi di 265 titik layanan.
"Sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi JKN bersamaan dengan berbagai layanan publik lainnya dalam satu lokasi, " ungkapnya.
Tak hanya memperluas akses layanan, BPJS Kesehatan juga menggandeng masyarakat untuk meningkatkan kepesertaan JKN. Sebanyak 6.281 Agen PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) dan 1.171 Kader JKN diterjunkan untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta membantu proses pendaftaran peserta melalui pendekatan langsung dari rumah ke rumah.
Baca juga: Wajib Tahu, Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan
Melalui penguatan jaringan pelayanan, inovasi layanan jemput bola, dan pemberdayaan masyarakat, BPJS Kesehatan berharap seluruh peserta JKN, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan merata di seluruh Indonesia. (ADV)