BANJARMASINPOST.CO.ID, KATINGAN - Penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berujung maut, Kamis (2/7).
Dalam insiden tersebut satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur akibat sabetan senjata tajam.
Sementara dua personel lain yaitu Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hilang saat menyelamatkan diri ke sungai, dan hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa naas ini berawal saat personel Satresnarkoba Polres Katingan berusaha menangkap dua terduga bandar sabu berinisial BI dan BU, tapi keluarga pelaku melawan. Mereka juga memprovokasi warga di sekitar lokasi hingga terjadi bentrokan.
Adapun seorang warga, Teriyo (40), yang disebut merupakan keluarga dari target operasi, juga meninggal dunia.
Baca juga: Diganjar Hakim 13 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus 1 Kg Sabu di Banjarmasin Langsung Terima
Teriyo diduga terkena tembakan saat bentrokan berlangsung. Di sisi lain, dua target operasi yaitu BI dan BU justru melarikan.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono menjelaskan kini seluruh kekuatan personel gabungan dari Polres Katingan dikerahkan di lapangan untuk mencari dua anggota Satresnarkoba yang masih belum ditemukan.
“Kami juga sedang menunggu kedatangan bantuan personel tambahan dari Sat Brimob Polda Kalteng dan Ditreskrimum Polda Kalteng untuk mengamankan TKP, menyisir lokasi, sekaligus memback up pencarian anggota kami,” katanya.
Dari informasi terhimpun, peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan mendapat informasi dari masyarakat pada Rabu (1/7) malam mengenai adanya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah.
Berdasar hasil penyelidikan diketahui adanya seorang bandar sabu inisial BI yang juga merupakan residivis kasus narkotika, sehingga diputuskan untuk dilakukan penggerebekan.
Setiba di Desa Tumbang Kalemei, pukul 00.30 WIB, anggota dibagi menjadi dua tim. Tim 1 sebanyak sembilan orang dipimpin Kasat Resnarkoba mendatangi rumah target, sedangkan tim 2, sebanyak tiga personel bersiaga di sebuah SMPN dekat rumah target.
Setibanya tim 1 di rumah Teriyo, anggota Satresnarkoba berhasil mengamankan BI, tapi tiba-tiba seorang laki-laki dari arah dapur merangsek dengan senjata tajam yang diarahkan kepada Briptu Dedi.
Belum hilang rasa kaget petugas, kembali dua orang laki-laki muncul dari kamar membawa sebilah sajam dan langsung mengayunkannya ke arah Kasat Resnarkoba Polres Katingan.
Petugas pun terpaksa melepaskan tembakan peringatan, yang sayangnya tidak dihiraukan sehingga polisi langsung menembak penyerang untuk melumpuhkan.
Tembakan ini mengakibatkan korban jatuh dan tergeletak di depan pintu. Mengetahui hal tersebut keluarga korban histeris. Tetangga sekitar pun ikut datang membawa sajam serta senjata api rakitan.
Melihat hal itu anggota langsung mundur. Tim 1 bersembunyi dan berusaha mengamankan diri ke sebuah pulau kecil di tengah sungai, namun warga tetap mengejar dan menyerang.
Anggota tim 1 yang sudah sampai ke pulau kecil tersebut kemudian menghubungi tim 2 untuk meminta pertolongan ke Polsek Katingan Tengah.
Saat itu tim 2 yang juga berusaha menolong justru diadang dan terpaksa balik kanan ke Polsek Katingan Tengah.
Sayangnya, anggota tim 1 yaitu Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri yang berusaha berenang ke pulau kecil sudah terlalu lelah sehingga kembali ke pinggir sungai yang dipenuhi warga.
Baca juga: Satresnarkoba Polres HSU Gagalkan Peredaran 5,12 Gram Sabu, Dua Terduga Sempat Membuang Barbuk
Adapun Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, Bripda Eko berhasil melarikan diri dengan cara berenang dan bersembunyi di hutan.
Hingga kemudian bantuan datang dan anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang berhasil dievakuasi oleh Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah sebanyak sembilan orang. Sedangkan Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting.
Sementara dua anggota lain, yaitu Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana belum diketahui keberadaannya.(Tribunkaleng.com)