BOLASPORT.COM - Timnas Inggris akan kembali ke Stadion Azteca dalam 40 tahun terakhir setelah menjadi korban gol tangan Tuhan Diego Maradona.
Timnas Inggris akan kembali ke stadion bersejarah tersebut saat menantang tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Senin (6/7/2026).
Terakhir kalinya tim Tiga Singa bertarung di Stadion Azteca, Mexico City tepat pada perempat final Piala Dunia 1986.
Sayangnya, publik Inggris justru mengingat trauma nasional pada laga terakhirnya di Stadion Azteca.
Pasalnya, Timnas Inggris saat itu harus mengalami kekalahan paling menyakitkan dari Argentina yang dipimpin Diego Maradona di atas lapangan.
Tidak hanya itu, Diego Maradona juga mencetak dua gol paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.
Pertama, Inggris kebobolan gol tangan Tuhan ikonik Diego Maradona yang paling ikonik sekaligus kontroversial yang membuka keunggulan Argentina.
Wasit Ali Bin Nasser dari Tunisia justru mengesahkan gol tersebut, meski dalam tayangan ulang Maradona jelas menggunakan tangan.
Setelah kebobolan gol tangan tuhan, Diego Maradona juga menciptakan gol terbaik abad ke-20 saat Diego Maradona berlari setengah lapangan.
Selain itu, Maradona juga berhasil memperdaya empat pemain belakang Inggris sebelum melewati Peter Shilton dan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.
Tim berjuluk The Three Lions mencetak gol hiburan melalui aksi Gary Lineker pada menit ke-81, tetapi tidak cukup untuk menyelamatkan Timnas Inggris dari kekalahan.
Kini, Timnas Inggris akan menantang tuan rumah Meksiko setelah 40 tahun lamanya absen bermain di stadion bersejarah tersebut.
Meksiko jelas bukan lawan mudah bagi anak asuh Thomas Tuchel.
Pasalnya, Meksiko belum kebobolan sama sekali selama petualangannya di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Stadion Azteca bakal memberi keuntungan psikologis dan fisiologis bagi tim tuan rumah.
Stadion tersebut bakal menjadi senjata lingkungan bagi tim tuan rumah, karena berdiri di ketinggian 2.200 meter.
Menanggapi situasi Stadion Azteca tersebut, Thomas Tuchel mengaku anak asuhnya hanya membutuhkan pengalaman melalui pertandingan krusial.
“Kami akan memulai satu malam lebih awal,” kata Thomas Tuchel dikutip dari New York Times.
“Itu masuk akal. Bola akan terbang berbeda. Mungkin akan terbang lima yard lebih jauh. Ini sulit. Kami hanya butuh pengalaman.”
“Rekomendasinya adalah Anda berangkat sepuluh hari sebelumnya—yang terlalu lama bagi kami—atau di menit-menit terakhir, yang tidak diperbolehkan."
"Kami telah berbicara dengan tim-tim yang melakukannya dan mereka mengatakan bahwa mereka berangkat sangat terlambat pada hari pertandingan jika mereka tidak punya waktu untuk beradaptasi. Temukan jalan tengah. Itu akan tetap menjadi kerugian," imbuhnya.
Pria asal Jerman tersebut berharap timnya pantas mendapatkan karma baik setelah dihukum oleh gol tangan Tuhan Diego Maradona saat kembali mengunjungi stadion yang sama.
“Dua gol melawan Inggris: satu gol hasil dribbling, dan satu gol yang tidak akan pernah disahkan di zaman sekarang,” katanya.
“Ini akan memberi kita imbalan."
“Kita akan mendapatkannya kembali. Ini karma. Karma akan kembali kepada kita. Kita akan membalikkan keadaan.”
“Ini stadion ikonik. Ini pertandingan ikonik melawan Meksiko di Meksiko. Ini akan melawan seluruh negara, energi seluruh stadion di negara mereka," pungkasnya.