SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan inovasi terbaru pada platform investasinya dengan menghadirkan fitur AI Analytics dan Trade Flow.
Mengusung teknologi AI Decision Engine, perusahaan ingin mengubah cara investor ritel mengambil keputusan investasi, dari sekadar membaca data mentah menjadi memperoleh analisis yang telah diolah menjadi rekomendasi yang lebih cepat, objektif, dan mudah dipahami.
Selama bertahun-tahun, investor ritel di pasar modal Indonesia dihadapkan pada beragam grafik, laporan keuangan, indikator teknikal, hingga pergerakan dana asing yang harus dianalisis sendiri.
Proses tersebut kerap membutuhkan pengalaman dan kemampuan yang selama ini identik dimiliki fund manager maupun analis institusi.
Melalui teknologi kecerdasan buatan, IPOT berupaya memangkas kerumitan tersebut dengan menghadirkan asisten investasi digital yang mampu mengolah jutaan data pasar menjadi kesimpulan investasi yang lebih praktis.
Baca juga: OJK Rombak Aturan Pasar Modal: OJK Rombak Aturan Pasar Modal: Siapkan 8 Langkah Strategis
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The, mengatakan selama lebih dari tiga dekade industri pasar modal Indonesia masih berkutat pada penyajian data dan indikator manual.
"Investor ritel dibombardir oleh grafik rumit, ringkasan broker, arus dana asing dan laporan keuangan tanpa tahu cara menyatukannya yang selama ini menjadi domain eksklusif dan monopoli para Fund Manager, Equity Analyst, Hedge Fund, dan Smart Money," kata Moleonoto, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, paradigma tersebut kini berubah karena IPOT bertransformasi menjadi AI-Powered Decision Trading Platform pertama di Indonesia yang menghadirkan AI trading assistant untuk membantu investor menganalisis pasar sekaligus mempercepat pengambilan keputusan investasi.
Menggunakan algoritma matematis kompleks, market intelligence, serta kecerdasan buatan, sistem AI milik IPOT mengintegrasikan berbagai sumber data untuk menghasilkan analisis dengan tingkat akurasi dan presisi yang lebih tinggi.
Baca juga: IPOT Bertransformasi Jadi Platform AI Finansial Bagi Gen Z
“Mesin AI Decision Engine yang dulunya hanya kami sediakan khusus untuk institusi raksasa, kini resmi didekonstruksi dan diserahkan secara utuh kepada investor ritel Indonesia. IPOT mendefinisikan ulang lanskap investasi nasional," jelas Moleonoto.
Ia menegaskan, teknologi AI yang dikembangkan IPOT tidak lagi berhenti pada penyajian data, tetapi mampu bertindak sebagai AI trading assistant yang membantu investor menyusun keputusan investasi secara lebih tajam.
Ia menambahkan, seluruh pengembangan teknologi tersebut berangkat dari filosofi bahwa kecerdasan buatan harus menjadi alat penguat keputusan investasi, bukan sekadar pelapor kondisi pasar.
“Filosofi pengembangan teknologi IPOT sangat sederhana bahwa Artificial Intelligence seharusnya tidak digunakan hanya untuk melaporkan pasar. Artificial Intelligence harus digunakan sebagai trading assistant untuk memperkuat keputusan, meningkatkan akurasi dan presisi, mengurangi bias, mempercepat financial analysis, serta memperkuat proteksi investasi,” terang Moleonoto.
Melalui AI Analytics dan Trade Flow, IPOT mendemokratisasi teknologi analisis yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor institusi.
Berbagai data mulai dari valuasi, fundamental, analisis teknikal, pergerakan dana asing, aktivitas smart money, likuiditas, hingga perilaku pelaku pasar diproses secara bersamaan menggunakan AI untuk menghasilkan kesimpulan investasi yang lebih komprehensif.
“IPOT mendemokratisasikan institutional intelligence tersebut kepada seluruh investor ritel Indonesia. AI Analytics dan Trade Flow IPOT bukan sekadar peluncuran fitur. Ini adalah Democratization of Institutional Intelligence,” lanjut Moleonoto.
Ia menjelaskan, AI Decision Engine dikembangkan melalui proprietary mathematical algorithms, machine learning, predictive analytics, behavioral finance modeling, serta institutional investment framework yang selama ini digunakan untuk kebutuhan analisis investasi institusi.
Teknologi tersebut mampu melakukan analisis fundamental, teknikal, trade flow, portofolio, hingga kondisi pasar secara simultan. Hasil akhirnya berupa ringkasan investasi, penilaian risiko, identifikasi peluang, diagnosis portofolio, hingga kesimpulan investasi yang lebih mudah dipahami investor.
Sementara menu Trade Flow memungkinkan investor melihat aktivitas smart money, investor asing, serta tingkat agresivitas transaksi secara real time. Investor dapat memantau pola akumulasi maupun distribusi dana sekaligus memperoleh interpretasi AI mengenai arah pergerakan pasar.
Tak hanya itu, menu Financials menyederhanakan laporan keuangan perusahaan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami melalui evaluasi kesehatan keuangan, kualitas laba, prospek bisnis, hingga risiko perusahaan.