TNI Evakuasi Jenazah Pilot WN Amerika Korban Penembakan di Yahukimo, Pelaku Masih Diburu
Glery Lazuardi July 03, 2026 10:36 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat Associated Mission Aviation (AMA) PK-RCY, Nicholas F Goselin, dari Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026). 

Nicholas yang berkebangsaan Amerika Serikat sebelumnya tewas dibunuh oleh TPNPB-OPM di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo pada Kamis (2/7/2026).

Bersamaan dengan proses evakuasi, personel Koops TNI Habema terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta pembakaran pesawat.

Koops TNI Habema menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan setelah mendapat laporan kejadian.

Koops TNI Habema juga melaksanakan Search and Rescue (SAR) Taktis guna mengevakuasi korban dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.

Operasi juga dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air.

Ia menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi pada Jumat (3/7/2026).

"Melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional," ujar dia.

Baca juga: Pesawat Milik AMA Dikabarkan Dibakar di Yahukimo Papua, TNI Siagakan Pasukan dan Tingkatkan Patroli

TNI Tingkatkan Patroli

Pesawat itu sebelumnya dikabarkan dibakar di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (2/7/2026) pukul 09.15 WIT.

Seorang pilot pesawat juga dikabarkan telah dibunuh.

Menyusul kabat itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan TNI telah menyiagakan pasukan dan meningkatkan patroli.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, benar telah terjadi pembakaran pesawat sipil Ama PK-RCY di Yahukimo. Namun, informasi mengenai dugaan korban pilot masih dalam proses verifikasi," kata Nas saat dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (2/7/2026).

"TNI telah menyiagakan pasukan, meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut, serta berkoordinasi dengan aparat terkait," pungkas dia.

7 Penumpang Selamat

TNI melaporkan bahwa pilot pesawat jenis Pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin alias Mark, meninggal dunia dalam insiden pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kamis (2/7/2026).

Korban diketahui merupakan warga negara Amerika Serikat (AS). Meski demikian, TNI menyatakan penyebab pasti kematian pilot tersebut masih menunggu hasil penyelidikan.

“Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F. Goselin alias Mark, warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel (Inf) Tri Purwanto dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Tri menegaskan, aparat belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena proses investigasi masih berlangsung.

Sementara itu, tujuh penumpang pesawat yang seluruhnya disebut merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan berada dalam kondisi aman.

“Hingga saat ini aparat masih terus melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi,” ucap Tri.

Ia menambahkan, koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh informasi terkait insiden dapat dipastikan secara akurat.

“Termasuk memastikan kronologi kejadian, kondisi para penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di lokasi,” imbuh dia.

Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa pembakaran pesawat tersebut menjadi perhatian serius aparat keamanan. Pasalnya, penerbangan perintis memiliki peran penting sebagai sarana transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah pedalaman Papua dengan pusat layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga distribusi logistik.

Karena itu, TNI mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat.

“Kami masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi,” kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.