TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kemarahan Afif Shandy kakak dari YTR, perempuan yang menjadi korban penganiayaan brutal oleh Taufik Hidayat, akhirnya pecah setelah melihat langsung kondisi adiknya yang mengalami luka serius di bagian wajah.
Afif Shandy mengaku tak kuasa menahan emosi saat mengetahui bibir sang adik robek akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan pelaku tanpa belas kasihan.
Melalui unggahan yang beredar di media sosial, kakak korban melontarkan sindiran pedas kepada ayah pelaku yang dinilai gagal mendidik anaknya hingga tega melakukan tindakan brutal tersebut.
Ucapan bernada emosional, "Dikasih makan apa sih anaknya?" sontak menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan warganet.
Pernyataan itu dianggap mencerminkan kekecewaan mendalam keluarga korban yang hingga kini masih berusaha menerima kondisi YTR pasca-insiden penganiayaan.
Kasus tersebut sebelumnya viral setelah video dan foto kondisi korban beredar luas, memperlihatkan luka parah pada bagian bibir yang diduga akibat pukulan keras dari pelaku.
Peristiwa itu memicu gelombang kecaman publik yang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.
Di sisi lain, keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan secara adil sehingga pelaku mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
Lantas, seperti apa luapan emosi kakak YTR saat menyoroti aksi brutal Taufik Hidayat, dan bagaimana perkembangan penanganan kasus yang kini menjadi perhatian publik?
Baca juga: Teror Begal Bekasi Makin Brutal! 2 Hari Beruntun Incar Pencari Nafkah, Driver Ojol Meregang Nyawa
Keluarga YTR (29) sama sekali tak habis pikir ketika melihat tindakan sadis Taufik Hidayat (30) dalam rekonstruksi pada Kamis (2/7/2026).
Afif Shandy merasa heran dengan pola asuh orang tua pada Taufik Hidayat.
Pasalnya Taufik melakukan tindakan sangat sadis pada YTR.
Ada 21 adegan di tiga lokasi yang diperagakan Taufk,
Dalam salah satu adegan, Taufik Hidayat bersama YTR berada di dalam sebuah kamar kosan.
Adegan menampilkan Taufik dan korban yang tengah berselisih paham.
Kemudian Taufik Hidayat memukul korban menggunakan helm.
Tindakan tersebut membuat korban luka pada bagian muka.
Selain itu, terlihat juga Taufik Hidayat yang melempar botol ke arah korban.
Pada bagian lain, adegan menjukkan Taufik Hidayat memukulkan golok tanpa gagang ke kepala korban.
"Sampein ke bapaknya, bapaknya ngasih makan apa ke anaknya sampai biadab kayak gini," kata Afif.
Ia tak habis pikir Taufik begitu kejam pada YTR.
"Kasih tau ke bapaknya kasi tau, dikasih makan apa anaknya sampai melakukan ini," katanya.
Afif mengatakan tindakan paling ringan yang dilakukan Taufik yakni saat memukul pakai helm.
"Yang paling enteng helm ke kepala adik saya," kata Afif.
Direktur Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Barat Kombes Rumi Untari mengatakan bahwa dalam rekonstruksi tidak ada adegan Taufik menggunting bibir YTR.
Menurutnya bibir YTR disebabkan pukulan berulang kali oleh Taufik.
"Tidak ada menggunting bibir itu. bibir atau gigi rontok karena pukulan berkali-kali sehingga rontok dan rusak bibirnya karena kan tidak diobati jadi lama-lama rusak bibirnya," katanya.
Ia menerangkan tindakan sadis Taufik diantaranya memukul menggunakan helm sampai kaki meja besi.
"Diantaranya memukuk dengan helm, dengan kaki meja besi di TKP terakhir, ada dengan golok," katanya.
Fakta dalam rekonstruksi ini sama persis dengan kesaksian korban.
"Korban tidak terlampu mengingat ya karena dalam kondisi buta dia bilangnya seperti benda tajam tapi dengan TKP yang kita temukan matching itu dengan meja yang ada kakinya besi," katanya.
Taufik berulang kali melayangkan pukulan ke wajah YTR.
"Mukanya dipukul dengan tangan kosong dengan telapan tangan di pelipis itu dilakukan pelaku pada korban," katanya.
Perihal tato, ia mengungkap fakta bahwa tidak ada paksaan dari Taufik.
"Kalau berdasarkan investigasi tato itu sebenanrya pada saat mereka masih dalam kondisi sehat," katanya.
Situasinya saat itu Taufik Hidayat merasa cemburu pada YTR.
Tato tersebut dianggap sebagai bentuk cinta YTR pada Taufik.
"Sehingga untuk meyakinkan pelaku pada korban kamu cinta sama saya kalau indikasi cemburu, sebagai bentuk dia cinta dia tato. Tato itu benar diakuin, dan sudah dikonfirmasi," katanya.
Menurutnya tak ada paksaan dari Taufik Hidayat agar YTR membuat tato di tubuh.
Diketahui ada sejumlah tato di tubuh YTR.
Gambar wajah Taufik dan nama.
"Tidak ada paksaan, namun dengan kondisi seperti itu tentunya korban mau tidak mau mengikuti karenakan takut dipukul walaupun memang secara lisan tidak ada paksaan, tapi kalau melihat kondisi psikis ya pasti ada ketakutan kalau menolak nanti dilakukan kekerasan," katanya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)