Ironi Libur Sekolah di Jambi: Siswi SMP Dikeroyok, Rekan Hanya Menonton
Darwin Sijabat July 03, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Masa libur semester yang seharusnya menjadi momentum bagi pelajar untuk beristirahat atau melakukan aktivitas positif, justru ternoda oleh aksi kekerasan anak di bawah umur di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. 

Sebuah video penganiayaan brutal yang melibatkan antarpelajar SMP di Batang Hari, mendadak viral dan memicu gelombang kecaman netizen setelah diunggah oleh akun Instagram @jambiviraljok.

Krisis Empati di Lingkungan Pelajar

Angle yang paling menyita perhatian publik dari video amatir berdurasi singkat tersebut bukan hanya tindakan kekerasan fisik pelakunya, melainkan krisis empati dari lingkungan sekitar korban.

Dalam rekaman tersebut, tampak seorang siswi yang mengenakan kaus gelap dan celana putih sudah dalam posisi roboh dan tersungkur di atas tanah. 

Di sekelilingnya, terdapat beberapa remaja lain yang juga tampak mengenakan pakaian kasual liburan serta sebuah sepeda motor yang terparkir.

Sangat disayangkan, alih-alih bergerak cepat untuk melerai, menyelamatkan, atau membela korban yang sudah tidak berdaya, para remaja di lokasi tersebut justru memilih menjadi penonton pasif. 

Baca juga: Viral Video Pengeroyokan Siswi SMP di Batang Hari Jambi, Korban Diinjak

Baca juga: Aset Pemkab Merangin Jambi Dijarah OTK Jadi Lokasi Tambang Emas Ilegal

Mereka hanya berdiri diam menyaksikan korban menerima hantaman keras secara bertubi-tubi tanpa ada satu pun yang berupaya menghentikan aksi brutal tersebut.

Korban Tersungkur dan Diinjak Paksa

Aksi kekerasan fisik itu sendiri dilakukan secara agresif oleh seorang siswi berkaus hitam dan celana bermotif etnik. 

Pelaku secara tega melakukan kontak fisik secara paksa dengan cara menendang dan menginjak bagian tubuh hingga area kepala korban yang sudah terkapar di tanah. 

Korban yang kalah segalanya hanya bisa pasrah memeluk kepala menahan rasa sakit.

Informasi dari unggahan media sosial tersebut mengungkapkan bahwa aksi perundungan (bullying) berdarah ini melibatkan siswi kelas 7 dari dua sekolah yang berbeda. 

Terduga pelaku penganiayaan merupakan siswi SMP Negeri 16 Batang Hari, sedangkan korban yang dianiaya secara brutal adalah siswi SMP Negeri 30 Batang Hari.

Aksi ini pun memicu keprihatinan mendalam mengenai pemanfaatan waktu luang anak-anak sekolah saat liburan panjang tiba.

"Sangat Diluar Nurul, masa masa liburan sekolah biasa'y dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif, kasus kali ini malah kebalikan'y," tulis akun @jambiviraljok dalam takarirnya sembari menyertakan tagar #mirisduniapendidikan.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Naik, Harga Sawit di Jambi periode 3-9 Juli 2026 Jadi Rp3.787 per Kg di Pabrik

Baca juga: Update Korupsi PDAM Tirta Mayang Jambi: Jaksa Minta Sidang Lanjut

Baca juga: Cuaca Jambi Hari Ini 3 Juli 2026, Barat Hujan Ringan dan Timur Berawan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.