Sosok Ustaz Pemilik Pikap Angkut Telur yang Terguling dan Dijarah Warga, Dapat Bantuan Rp3,5 Juta
Arie Noer Rachmawati July 03, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Aksi warga yang mengambil telur dari sebuah mobil pikap yang terguling di kawasan tanjakan Jembatan Kali Kacangan, Kabupaten Purbalingga, terungkap kisah yang mengundang simpati.

Pemilik muatan tersebut adalah Arif Rahman, pria berusia 50 tahun asal Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Arif bukan hanya dikenal sebagai pedagang telur, tetapi juga sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan.

Ia dipercaya menjadi imam masjid, khatib Salat Jumat, ustaz, sekaligus menjabat sebagai ketua takmir masjid di lingkungan tempat tinggalnya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (28/6/2027), ketika mobil pikap yang mengangkut telur ayam mengalami kecelakaan dan terguling di Dusun Limbangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Sebagian telur yang masih dalam kondisi utuh justru diambil oleh sejumlah warga yang berada di lokasi.

Kejadian ini juga mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk Dukha Ngabdul Wasih, legislator yang menjabat sebagai Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas. 

Ia memberikan bantuan berupa modal usaha agar Arif dapat kembali menjalankan usahanya.

"Pak Arif ini ketua takmir masjid dan imam sholat. Beliau sosok yang paham agama," kata Dukha kepada Tribun Banyumas di Warung Kopi Loh Jinawi Sokaraja, Kamis (2/7/2026), dikutip dari Tribun Jateng.

Baca juga: Klarifikasi Kepala Dusun setelah Penjarahan Telur dari Pikap Kecelakaan, Sebut Tak Semua Warganya

Baca juga: Peternak di Madiun Terancam Bangkrut Imbas Harga Telur Anjlok di Bawah HPP, Biaya Pakan Melonjak

Berikan Bantuan

Mendengar cerita kecelakaan Arif, Dukha juga tergugah hatinya untuk membantu dengan memberikan bantuan secara pribadi sebanyak Rp 3,5 juta.

Menurutnya, bantuan tersebut sebagai rasa kemanusiaan.

"Hari ini ada warga Banyumas mengalami kecelakaan dan memang membutuhkan bantuan, sehingga beliau bisa meneruskan usahanya. Kami hanya bisa berbagi, setidaknya meringankan beban beliau," kata Dukha, legislator dari Fraksi PKB.

Dukha juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari kejadian yang dialami Arif.

Musibah tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya dan tidak bisa direncanakan. 

Tetapi sebagai manusia saat ada orang yang mengalami musibah, jika tidak bisa membantu maka jangan menjadi bebab.

"Jika bisa membantu ya membantu. Jika tidak maka jangan jadi beban atau menambahi masalah. Kasihan yang sedang terkena musibah. Sebagai manusia atau makhluk sosial itu harus saling membantu," jelasnya.

Dikembalikan 30 Kilogram

Kepala Dusun Limbangan, Raji mengatakan, dia kemarin dimintai tolong oleh pemilik pikap yang terguling di dekat tanjakan Jembatan Kali Kacangan.

Dia lalu mendatangi satu per satu rumah warga di dusunnya, menyampaikan agar yang mengambil telur dikembalikan. 

Saat ini telur yang terkumpul kira-kira baru tiga peti atau sekira 30 kilogram. 

"Saya sendiri saat kejadian tidak ada di lokasi. Tapi ini saya membantu agar telur-telur itu dapat terkumpul," katanya kepada Tribun Banyumas, Rabu (1/7/2026).

Raji mengatakan, saat terjadi kecelakaan, masyarakat yang mengambil telur tersebut tidak semua adalah warganya. 

Warganya hanya sedikit, dia bisa mengenali dari video yang direkam pemilik pikap tersebut. 

Tetapi kebanyakan yang mengambil telur justru masyarakat yang kebetulan sedang melintas. 

"Saya melihat dari video yang beredar. Mereka yang bawa telur dengan petinya, itu bukan warga saya, pengendara yang sedang lewat," ungkapnya. 

Raji mengatakan, tidak benar jika saat kecelakaan warganya tidak menolong pemilik pikup tersebut. 

Karena yang menolong dan mengeluarkan si pemilik pikup dan karyawannya dari dalam mobil adalah tetangga depan rumahnya.

Mereka adalah Sumarno dan anaknya Ratno. 

"Saat kecelakaan, pemilik yang saat itu menyopiri langsung ditolong beserta karyawannya. Jadi tidak benar, kalau katanya mereka tidak ditolong," jelasnya. 

Baca juga: Penyebab Harga Telur dan Daging Ayam Anjlok, Mendag: MBG Libur Jadi Penyerapan Berkurang

Kronologi Kecelakaan 

Kejadian terjadi sekira pukul 16.00 WIB, tepatnya di dekat tanjakan Jembatan Kali Kacangan.

Telur yang tidak pecah, seluruhnya habis diambil oleh warga.

Pengalaman itu dialami oleh Arif (50) selaku pemilik telur yang sedang bersama karyawannya, Romadhon (23).

Arif bercerita, pikapnya terguling setelah menghindari kendaraan Avanza hitam yang melaju kencang dan sedikit menengah.

Saat itu kondisi pikupnya terjungkal hingga miring dan dia belum bisa keluar. 

"Kami masih di dalam kabin. Warga datang katanya mau menolong tapi nyatanya pada ngambilin telur sampai habis," katanya kepada Tribun Banyumas, Selasa (30/6/2026).

Arif mengatakan, setengah jam kemudian dia dan karyawannya baru ditolong oleh warga keluar dari pintu kiri.

Saat di naik ke atas pikap, dia menyaksikan telur-telurnya sudah diambil semua.

Tidak hanya satu dua kilogram, bahkan ada yang membawa satu peti.

"Saat itu saya gak bisa ngomong apa-apa karena masih shock habis kecelakaan. Saya pikir mereka hanya mau mewadahi lalu dipinggirkan. Tapi yang terjadi malah ada yang bilang, alhamdulillah panen telur dan sebagainya," ungkapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.