TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil katolik misa Sabtu 4 Juli 2026.
Injil katolik misa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik disiapkan untuk pesta fakultatif Santa Elisabet dari Portugal.
Santa Elisabet dari Portugal dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Sabtu: Am 9:11-15; Mzm 85:9.11-12.13-14; Mat 9:14-17 dan BcO Yes 59:1-14.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Sabtu 4 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9, 11-14
"Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan."
Bacaan Injil Katolik: Mat 9:14-17
P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
Dalam Injil hari ini, yakni Matius 9:14-17, Yesus berbicara tentang perbedaan antara kebiasaan lama dan baru. Ketika murid-murid Yohanes bertanya mengapa Dia dan murid-murid-Nya tidak berpuasa, Dia menjelaskan bahwa saat Dia ada bersama mereka, tidak tepat untuk berpuasa. Dia menggunakan gambaran tentang kain yang baru dan anggur yang baru untuk mengajarkan bahwa Injil yang dibawa-Nya adalah sesuatu yang baru dan tidak bisa dipaksakan dalam kerangka lama. Ini adalah pesan tentang pembaruan, perubahan, dan penyesuaian dalam mengikuti Kristus.
Kehidupan kita sering kali terjebak dalam rutinitas dan kebiasaan lama yang tidak lagi relevan dengan panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Yesus mengajak kita untuk membuka hati dan menerima pembaruan yang Dia bawa. Ini mengingatkan kita bahwa kesalehan pribadi kita tidak hanya soal melakukan kewajiban agama, tetapi juga tentang bagaimana kita menanggapi perubahan hidup yang dibawa oleh Kristus dalam diri kita. Kesalehan sosial kita terwujud dalam kemampuan untuk beradaptasi dan mengajak orang lain untuk menerima pembaruan dalam kehidupan mereka. Seperti anggur baru, iman kita harus tetap segar, penuh harapan, dan terbuka untuk perubahan yang positif. Kekristenan
Ya Tuhan, kami bersyukur atas pembaruan yang Engkau bawa dalam hidup kami. Ajari kami untuk senantiasa membuka hati dan menerima perubahan yang Engkau kehendaki dalam hidup kami. Mampukanlah kami menjadi agen pembaruan bagi dunia ini. Amin. (sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).