TRIBUNNEWS.COM - Goncalo Ramos membuktikan keputusan AC Milan mendatangkannya di jendela bursa transfer musim panas 2026 merupakan sesuatu yang tepat.
Bersama Rafael Leao, Goncalo Ramos yang merupakan pilar masa depan AC Milan, menjadi protagonis kelolosan Portugal ke 16 Besar Piala Dunia 2026.
Berlangsung di Toronto, Kanada, Portugal mengukir kemenangan comeback atas Kroasia di babak 32 Besar lewat skor 2-1, Jumat (3/7) pagi WIB.
Sempat kecolongan gol lebih dulu lewat Ivan Perisic, Portugal menyamakan kedudukan via penalti Cristiano Ronaldo. Ketika laga akan berlanjut ke babak extra time karena skor bertahan 1-1, Portugal memberikan efek kejut.
Goncalo Ramos yang masuk sebagai pemain pengganti menit 63' menggantikan Joao Cancelo, hadir sebagai pembeda.
Dia mencetak gol memanfaatkan assist dari Rafael Leao. Setidaknya, lewat gol ini AC Milan "menyicil" ayem karena chemistry Leao dengan Ramos sebagai striker barunya, perlahan mulai padu.
Sundulan Goncalo Ramos juga memastikan Portugal melaju ke 16 Besar, dan berhak menantang Spanyol pada perebutan tiket perempat final 7 Juli mendatang.
Di sisi lain, timnas Portugal juga menjaga bursa prediksi yang menempatkan mereka sebagai tim yang disebut akan menjuarai Piala Dunia 2026.
"Banyak pengamat dengan melakukan cocoklogi, bahwa negara yang juara (Piala Dunia 2026-red) adalah Portugal. Mungkin masuk akal, dan secara peluang itu terbuka," ujar football enthuasiast Agung Iqbal Ramadhan dalam podcast Super Taktik berjudul Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?, di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Dan jika terjadi Portugal vs Argentina di final, ini akan menarik dan fenomenal," sambungnya memberikan penilaian.
Pasca-pertandingan, Goncalo Ramos memberikan pernyataan, bahwa gol telatnya melawan Kroasia, bukan momen keberuntungan. Melainkan memang dirinya kerap mencetak gol-gol di momen genting.
Bahkan, striker yang dibeli AC Milan dari Paris Saint-Germain (PSG) ini memberikan statement, bahwa jika ingin mendapatkan gol telat, maka harus mencari dirinya.
Baca juga: Football, Bloody Hell! Portugal Bangkit, Kroasia Tersungkur Dramatis, Ronaldo Ukir Rekor Bersejarah
"Kebenarannya adalah, bahwa siapa pun yang mengenal saya sudah tahu bahwa ketika butuh gol di menit-menit akhir, saya ada di sana," tegasnya, dikutip dari laman The Athletic.
"Ini bukan yang pertama, bukan yang kedua, bukan yang ketiga, dan setiap kali butuh gol di menit-menit akhir, kalian bisa panggil Goncalo Ramos," ujar Goncalo Ramos menambahkan.
Penyerang baru AC Milan ini juga menekankan, timnas Portugal memiliki semangat juang tinggi. Bahkan di situasi sulit, Portugal memiliki DNA untuk bertarung hingga akhir.
“Penting bagi kami untuk terus berkembang dalam kompetisi ini. Kami menunjukkan kekuatan tim kami hari ini. Portugal tidak pernah menyerah," sambung striker berusia 25 tahun ini.
Goncalo Ramos merupakan pemain dengan karakter yang unik.
Ia memiliki bakat besar, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang pendiam, layaknya seorang matador yang tampak enggan menghadapi pertumpahan darah.
Momen terbaiknya bersama timnas Portugal sebelumnya hadir saat mencetak hattrick spektakuler ke gawang Swiss pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Penampilan gemilang itu sempat diprediksi akan membawa kariernya ke level yang lebih tinggi. Namun, kenyataannya Ramos justru lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan PSG sejak saat itu, sebelum akhirnya menyeberang ke Milan.
Situasi serupa juga terjadi di timnas Portugal. Ramos belum mampu membuktikan dirinya sebagai pemain yang tak tergantikan, bahkan ketika performa Cristiano Ronaldo mengalami penurunan.
Ketika turnamen ini dimulai, hampir tidak ada keraguan bahwa Roberto Martinez tetap akan mengandalkan Ronaldo sebagai pilihan utama.
Apakah gol yang dicetak Ramos kali ini akan mengubah situasi tersebut? Jawabannya masih harus dinantikan. Namun, satu hal yang pasti, Ramos mampu memanfaatkan kesempatan yang didapatnya dengan sangat baik.
Ia hanya memperoleh satu peluang untuk mencetak gol, bahkan peluang itu tidak tergolong mudah.
Meski demikian, Ramos berhasil menyelesaikannya dengan sempurna melalui sundulan yang mengarah ke sudut gawang Dominik Livakovic.
Jika Portugal mampu melangkah hingga partai final pada musim panas ini, kontribusi Goncalo Ramos dalam pertandingan tersebut akan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dan tercatat dalam sejarah.
(Tribunnews.com/Giri)