TRIBUNPALU.COM, SIGI – Penanganan tebing Sungai Kamarora di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2026.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir akibat gerusan bantaran sungai mengancam permukiman warga.
Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai dan pemasangan bronjong sepanjang sekitar 150 meter untuk memperkuat tebing sungai mengalami abrasi.
Baca juga: BWSS III Palu Bakal Bangun Bronjong 150 Meter untuk Perkuat Tebing Sungai Kamarora Sigi
Gerusan pada bantaran Sungai Kamarora terjadi akibat meningkatnya debit air yang mengikis tebing sungai sehingga berpotensi membahayakan kawasan permukiman di sekitarnya.
Sebelum pekerjaan di titik tersebut dimulai, penanganan di lokasi lain di Sungai Kamarora telah lebih dahulu berjalan sejak 1 Juli 2026.
Di lokasi pertama, dilakukan pengerukan sedimen di sekitar free intake serta pembentukan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai menggunakan material hasil normalisasi.
Hingga awal Juli, progres pekerjaan di titik tersebut telah mencapai sekitar 75 persen.
Selain penanganan tebing sungai, upaya pengendalian banjir juga akan dilanjutkan di titik lain mengalami sedimentasi di sekitar jembatan.
Normalisasi pada lokasi tersebut dijadwalkan dimulai pada 17 Juli 2026 untuk mengurangi pendangkalan sungai yang selama ini menyebabkan air meluap hingga melewati badan jembatan saat hujan deras.
Dalam mendukung penanganan darurat, alat berat berupa excavator telah disiagakan di lokasi pekerjaan, sementara material bronjong juga disiapkan untuk mempercepat proses penguatan tebing sungai.
Baca juga: Sopir Truk di Palu Minta Jadwal Pengisian Solar Dikembalikan ke Sore Hari: Waktu Istirahat Berkurang
Langkah penanganan ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, melindungi permukiman warga, serta menjaga infrastruktur di sekitar Sungai Kamarora agar tetap aman saat memasuki musim hujan.(*)