TRIBUNPALU.COM, SIGI – Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu akan membangun bronjong sepanjang sekitar 150 meter di Sungai Kamarora, Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, sebagai bagian dari penanganan darurat untuk memperkuat tebing sungai yang terdampak gerusan banjir.
Pembangunan bronjong merupakan salah satu langkah yang disiapkan BWSS III Palu dalam rangka mengurangi risiko banjir sekaligus melindungi permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Penanganan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2026, diawali dengan normalisasi alur sungai sebelum pemasangan bronjong dilakukan.
Baca juga: BWSS III Palu Mulai Normalisasi Sungai Kamarora, Tangani Ancaman Banjir di Tiga Titik
Gerusan yang terjadi di bantaran Sungai Kamarora dinilai berpotensi mengancam kawasan permukiman apabila tidak segera ditangani, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Selain pemasangan bronjong, BWSS III Palu juga melakukan normalisasi sungai dengan mengerahkan alat berat guna mengurangi sedimentasi yang menghambat aliran air.
Dalam penanganan darurat ini, BWSS III Palu mengerahkan dua unit excavator, masing-masing tipe PC 75 dan PC 200.
Hingga 2 Juli 2026, excavator PC 75 telah berada di lokasi dalam kondisi siaga, sedangkan excavator PC 200 masih dalam proses mobilisasi.
Sebagai pendukung pekerjaan, BWSS III Palu juga menyiapkan sebanyak 500 lembar bronjong kawat berukuran 2 x 1 x 0,5 meter yang sedang didatangkan ke lokasi.
Penanganan di Sungai Kamarora merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi dampak banjir akibat sedimentasi dan kerusakan tebing sungai pascagempa yang melanda wilayah Kecamatan Nokilalaki.
Baca juga: Kapendam Palaka Wira: Anggota TNI Terduga Aniaya Warga Palu Ditahan Polisi Militer
Melalui pekerjaan normalisasi dan penguatan tebing sungai ini, diharapkan risiko banjir dapat ditekan, sekaligus melindungi infrastruktur dan permukiman masyarakat di Desa Kamarora selama musim hujan.