Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu mulai melakukan penanganan darurat di Sungai Kamarora, Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Guna mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi dan gerusan tebing sungai yang mengancam permukiman warga.
Penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan pemasangan bronjong pada tiga titik prioritas.
Baca juga: Jadwal KM Lambelu Juli 2026: Palu - Balikpapan Berlayar Besok, Dapatkan Diskon 30 Persen di Sini
Sungai Kamarora merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu di Wilayah Sungai Palu-Lariang dan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.
Dalam penanganan darurat ini, BWSS III Palu mengerahkan dua unit excavator, yakni PC 75 dan PC 200, serta menyiapkan material bronjong untuk memperkuat tebing sungai.
Penanganan di titik pertama telah dimulai sejak 1 Juli 2026.
Lokasi ini mengalami pendangkalan sedimen di sekitar free intake sehingga saat hujan deras aliran sungai menghantam dinding di dekat permukiman warga.
Pekerjaan meliputi pengerukan sedimen sekaligus pembentukan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai menggunakan material hasil normalisasi.
Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 75 persen.
Sementara di titik kedua, banjir menyebabkan gerusan pada bantaran sungai yang mengancam kawasan permukiman.
Penanganan direncanakan dimulai 10 Juli 2026 melalui normalisasi sungai dan pemasangan bronjong sepanjang sekitar 150 meter untuk memperkuat tebing sungai.
Baca juga: Kapendam Palaka Wira: Anggota TNI Terduga Aniaya Warga Palu Ditahan Polisi Militer
Adapun titik ketiga mengalami peningkatan sedimentasi di sekitar jembatan sehingga saat debit air tinggi, air meluap hingga melewati badan jembatan.
Kondisi tersebut akan ditangani melalui normalisasi sungai yang dijadwalkan mulai 17 Juli 2026.
Hingga pembaruan 2 Juli 2026, satu unit excavator PC 75 telah berada di lokasi dalam kondisi siaga, sementara excavator PC 200 masih dalam proses mobilisasi.
BWSS III Palu juga menyiapkan 500 lembar bronjong kawat berukuran 2 x 1 x 0,5 meter yang sedang didatangkan ke lokasi sebagai bagian dari penanganan darurat banjir di Sungai Kamarora.
Baca juga: Pemkab Sigi Tetapkan Masa Transisi Pemulihan Pascagempa Selama 90 Hari
Langkah penanganan darurat ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan kerusakan infrastruktur maupun permukiman warga di Desa Kamarora, sekaligus menjaga stabilitas aliran Sungai Kamarora selama musim hujan.(*)