ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kondisi Muhammad Satar (57), nelayan asal Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang menjadi korban gigitan anjing liar kini berangsur membaik, setelah menjalani perawatan medis di RSUD Tarempa.
Satar diketahui digigit anjing liar pada bagian kaki kiri saat hendak menuju kebun duriannya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah, Rabu (1/7/2026).
Insiden tersebut sempat membuatnya mengalami luka cukup dalam dan kehilangan banyak darah.
Meski demikian, hingga Jumat (3/7/2026), kondisi kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif meski belum sepenuhnya pulih.
"Alhamdulillah sekarang sudah membaik, ada perubahan sedikit. Tidak terlalu berdenyut sakitnya. Cuma jalan belum bisa normal," ujar Satar kepada TRIBUNBATAM.id.
Satar mengaku dirinya tidak langsung pergi ke rumah sakit setelah digigit anjing liar. Ia memilih menyelesaikan pekerjaannya membersihkan kebun durian terlebih dahulu.
"Saya pergi ke RSUD Tarempa pas sore harinya, pulang dari kebun, bersih-bersih langsung pergi berobat," kata Satar.
Selama berada di kebun, luka di kaki kirinya terus mengeluarkan darah akibat dua bekas taring anjing yang menancap cukup dalam hingga sekitar setengah sentimeter.
Kondisi itu bahkan membuatnya sempat merasa pusing karena darah terus mengalir.
Saat tiba di rumah sakit, dokter mempertanyakan alasan dirinya tidak segera mencari pertolongan medis setelah mengalami gigitan.
"Di rumah sakit dokter bilang kenapa tidak langsung berobat setelah digigit. Tapi sudah saya jelaskan," tuturnya.
Di RSUD Tarempa, luka pada kaki Satar langsung dibersihkan secara menyeluruh untuk mengurangi risiko infeksi.
Selain itu, ia juga mendapatkan suntikan vaksin antirabies sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan penularan virus rabies.
Satar mengatakan dirinya sempat menjalani observasi selama sekitar dua jam, sebelum akhirnya diizinkan pulang karena kondisinya dinilai stabil.
"Sempat tinggal di rumah sakit, dua jam lah. Karena mau diobservasi dulu. Lepas itu saya pulang. Disuruh kontrol tujuh hari lagi pasca kejadian," katanya.
Sementara itu, Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Satrio Pratama, membenarkan pihaknya menerima laporan dari RSUD Tarempa mengenai adanya pasien yang menjadi korban gigitan anjing liar.
"Petugas RSUD Tarempa ada telepon saya, minta arahan dan petunjuk. Kita kasih tahu tahapan penanganannya," ujar Satrio.
Ia menjelaskan, penanganan korban gigitan hewan yang diduga berisiko rabies harus dilakukan secepat mungkin agar peluang penularan virus dapat ditekan.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah membersihkan luka menggunakan air mengalir dan sabun selama beberapa menit.
Setelah itu, pasien diberikan penanganan medis berupa pembersihan luka lebih lanjut, pemberian antibiotik bila diperlukan, serta tindakan lain sesuai kondisi luka.
"Kemudian pasien disuntik vaksin rabies. Lalu diobservasi untuk melihat gejalanya," kata Satrio.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi Satar masih terus dipantau oleh petugas kesehatan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik, tidak muncul tanda-tanda infeksi maupun gejala rabies, serta memastikan pasien datang kembali sesuai jadwal pemberian vaksin lanjutan apabila masih diperlukan. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)