Duel Portugal dengan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi magnet bagi ribuan suporter dari berbagai penjuru dunia. Kemungkinan menjadi Cristiano Ronaldo dan Luka Modric di Piala Dunia membuat jalanan Toronto dipenuhi arak-arakan fans.
Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Kanada pada Jumat (3/7/2026) itu akhirnya dimenangkan Portugal dengan skor 2-1 atas Kroasia. Krosia unggul lebih dulu melalui gol Ivan Perisic, barulah kemudian Ronaldo menyamakan kedudukan usai mencetak gol dari titik penalti. Goncalo Ramos memastikan kemenangan Portugal lewat gol dramatis pada.
Hasil tersebut mengantarkan Portugal melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Spanyol.
Kota Toronto yang memiliki komunitas diaspora Portugal dan Kroasia dalam jumlah besar berubah menjadi lautan merah dan putih-kotak khas Kroasia. Sejak beberapa jam sebelum laga dimulai, mereka bernyanyi, menari, dan berbaris menuju stadion dalam suasana bak festival budaya.
Bagi banyak suporter, laga itu bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan perjalanan emosional yang mungkin tak akan terulang lagi.
Ya, di usia 40 tahun, laga melawan Portugal bisa menjadi penampilan terakhir Luka Modric di Piala Dunia sekaligus menandai akhir rivalitas sekaligus persahabatannya dengan Cristiano Ronaldo di panggung terbesar sepak bola.
Dennis Mavrin, pendukung Kroasia, mengaku rela menghabiskan anggaran liburan keluarganya demi kembali ke Toronto untuk menyaksikan duel Ronaldo versus Modric.
"Saya pikir pertandingan sebelumnya akan menjadi satu-satunya laga yang saya datangi. Tetapi setelah pertandingan itu, saya tahu kami harus kembali. Anak saya dan saya datang untuk menyaksikan pertandingan antara Ronaldo dan Modric," kata Mavrin dikutip dari
Sayangnya, pengalaman suporter di Toronto tak sepenuhnya berjalan mulus. Kota terbesar di Kanada itu tengah dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius. Operator transportasi Metrolinx bahkan memperlambat laju kereta demi alasan keselamatan. Selain itu, sejumlah kegiatan nonton bareng terpaksa dibatalkan.
Meski demikian, cuaca panas tidak menghalangi para pendukung untuk datang ke stadion.
Justin Ribeiro, warga Toronto keturunan Portugal, mengatakan menyaksikan negaranya bermain di kota tempat tinggalnya memberikan pengalaman yang sangat berbeda.
"Saya pernah menonton Portugal bermain di Portugal. Tetapi mengetahui mereka bermain di sini, di rumah kami sendiri, rasanya sangat berbeda. Saya harus datang menyaksikan mereka di sini," kata dia.





