MTQH Belitung Timur 2026 Berakhir, Pemkab Tekankan Seleksi Kafilah ke Provinsi Jangan Ada Titipan
Hendra July 03, 2026 03:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -  Ratusan kafilah memadati kursi-kursi yang tersedia di Aula Kantor Camat Manggar, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (3/7/2026).

Udara di dalam ruangan terasa gerah dan pengap lantaran dipenuhi peserta yang datang dari tujuh kecamatan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan antusiasme para peserta yang menanti detik-detik pembacaan keputusan dewan hakim.

Mereka yang berada di dalam aula terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, kompak mengenakan seragam batik identitas kecamatan masing-masing. Terlihat pula para orang tua yang setia mendampingi anak-anak mereka selama berkompetisi.

Tak ketinggalan, pejabat Pemerintah Kabupaten Belitung Timur serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menghadiri gelaran tersebut. Mereka datang untuk satu tujuan, yakni menghadiri puncak Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits Nabi (MTQH) Tingkat Kabupaten Belitung Timur Tahun 2026 yang telah bergulir selama tiga hari.

Acara diawali dengan lantunan syahdu ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh salah seorang peserta cilik. Suara yang menggema dari pengeras suara membuat seisi ruangan menjadi hening. Setelah itu, Wakil Ketua Panitia MTQH Belitung Timur, Bani Machtum, naik ke podium untuk menyampaikan laporan akhir pelaksanaan kegiatan selama tiga hari terakhir.

Tak lama kemudian, suasana di dalam aula menjadi tegang saat panitia membacakan Surat Keputusan Dewan Hakim mengenai penentuan pemenang lomba dan juara umum. Tepuk tangan dan sorak sorai kemenangan terdengar setiap kali nama qari dan qariah terbaik dari masing-masing cabang lomba dipanggil ke depan untuk menerima piagam serta uang pembinaan.

Diketahui, MTQH Tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun ini diikuti 163 peserta yang merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Belitung Timur. Adapun empat cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tilawah Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, dan Syarhil Qur'an.

Dari pergelaran tersebut, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, melihat adanya tren positif terhadap kualitas para peserta. Ia mengapresiasi penampilan para kafilah dari seluruh kecamatan yang dinilai meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi, kalau kita lihat, dari masing-masing kecamatan tuh ada peningkatan. Yang jelas ya, seperti Gantung, Manggar, Dendang, itu peningkatan. Nah, untuk itu pelaksanaan pada kegiatan MTQ tahun 2026 ini, kolaborasi antara semua, ini baik. Dari kecamatan, kemudian LPTQ selaku penyelenggara, kemudian panitia, dewan hakim, kolaborasinya baik," ujar Khairil, Jumat (3/7/2026).

Untuk tahap selanjutnya, Khairil menaruh perhatian pada proses seleksi yang akan dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Belitung Timur untuk kompetisi di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengingatkan agar proses seleksi berjalan secara murni.

"Nah, untuk itu saya tekankan kepada LPTQ kiranya qari dan qariah yang akan dikirim (ke provinsi), kan ada seleksi lagi. Jangan ada nanti semacam titip-titipan, jangan. Jadi kalau yang baik itu betul-betul baik," ucapnya.

Selain itu, Khairil juga berpesan kepada seluruh camat di Belitung Timur agar memberikan dukungan penuh kepada para kafilah dari wilayahnya masing-masing.

"Dan saya juga menekankan kepada Pak Camat agar qari-qariah yang ada dari kecamatan, tolong saya minta tolong itu difasilitasi secara persiapan," ungkapnya.

Hanya Mempertandingkan Empat Cabang

Sementara itu, pelaksanaan MTQH tahun ini ternyata tidak semulus yang terlihat. Panitia terpaksa memangkas sejumlah cabang perlombaan akibat keterbatasan anggaran.

Ketua Panitia MTQH Kabupaten Belitung Timur, Sarjano, mengonfirmasi bahwa penyesuaian jumlah cabang perlombaan harus dilakukan demi menyesuaikan kondisi penganggaran. Jumlah cabang yang diperlombakan tahun ini menyusut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mempertandingkan enam cabang.

"Tahun sebelumnya banyak yang kita pertandingkan, tapi mengingat efisiensi karena memang dana hibah pemerintah daerah ke LPTQ itu turun drastis, dari Rp1,3 miliar sebelumnya, tahun ini kita cuma dapat hibah sebesar Rp500 juta. Jadi kita menyesuaikan dan kita ciutkan," ujar Sarjano.

Meski demikian, Sarjano menjelaskan LPTQ tetap optimistis terhadap kualitas kafilah yang nantinya akan dikirim ke tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adapun cabang lomba yang tidak dipertandingkan akan disiasati melalui seleksi langsung di tingkat kecamatan.

LPTQ Belitung Timur akan mengirimkan surat resmi kepada setiap kecamatan untuk mendata potensi lokal pada cabang-cabang yang tidak diperlombakan di tingkat kabupaten, seperti hafalan Al-Qur'an 30 juz dan seni kaligrafi.

"Nanti dari perlombaan yang tidak dilombakan di kita, mereka akan mengisi list. Misalkan dari Kecamatan Dendang ada untuk juz 30, nah itu akan kita adakan seleksi awal dan kalau memungkinkan kita bina untuk persiapan ke provinsi. Kalau memenuhi passing grade, mereka yang dikirim," jelasnya.

Bagi Sarjano, keterbatasan anggaran justru menjadi pengalaman berharga bagi LPTQ Belitung Timur untuk merombak pola pembinaan yang selama ini terlalu berorientasi pada kegiatan seremonial.

"Untuk menghasilkan peserta berkualitas itu bukan hanya di lomba ini, tapi yang lebih utama adalah pembinaan yang berkelanjutan. Maka dari itu, ke depan kita perlu rombakan pola pembinaan," tutupnya.

 (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.