Dinkes Sebut Potensi 5.504 Kasus TBC di Sulbar Baru Dideteksi 1.675 kasus
Ilham Mulyawan July 03, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim mengatakan, berdasarkan data semester pertama tahun 2026, Sulawesi Barat memiliki estimasi 5.504 kasus Tuberkulosis atau TBC.

Sementara hingga Juni 2026 telah berhasil ditemukan 1.675 kasus. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Petani Asal Desa Allu Polman Tewas Diduga Tersengat Listrik Kabel Milik PLN

Baca juga: Pipis Terus Meski Masih Muda? Dokter Sebut Bisa Jadi Gejala Gangguan Berkemih

Di sisi lain, estimasi kontak erat pasien TBC mencapai 7.249 orang, namun baru 365 orang yang telah memperoleh Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). 

Data tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang harus dikejar melalui penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, dan pemberian TPT.

Nursyamsi mengatakan, percepatan eliminasi TBC tidak mungkin hanya mengandalkan tenaga kesehatan. 

Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk jajaran kepolisian yang memiliki jaringan hingga tingkat desa melalui Bhabinkamtibmas.

"Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan," ujar dr. Nursyamsi dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Aula Andi Depu, Kantor DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (2/7/2026).

Ia menambahkan, DKPPKB Sulbar bersama Polda akan memperkuat sistem monitoring berbasis data agar setiap capaian dapat dipantau secara berkala.

"Kami akan membangun mekanisme pelaporan yang sederhana namun efektif, mulai dari laporan harian, laporan bulanan, hingga dashboard pemantauan bersama. Dengan satu data dan satu arah koordinasi, seluruh jajaran dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran," tambahnya.

Dalam forum tersebut, Direktur Binmas Polda Sulbar Kombes Pol Prasetya Sejati menekankan pentingnya penyusunan pola kerja sama yang lebih operasional. 

Evaluasi berkala akan dilakukan bersama untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta langkah percepatan di wilayah dengan indikator yang masih rendah.

Ia juga mengusulkan agar analisis dan evaluasi (ANEV) penanganan TBC menjadi agenda strategis yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, sehingga seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam mengejar target eliminasi TBC.

Selain itu, Polda Sulbar mendorong penyelenggaraan pelatihan dan orientasi bagi seluruh Bhabinkamtibmas mengenai deteksi dini TBC, investigasi kontak, serta pendampingan masyarakat. 

Penguatan kapasitas tersebut akan dilengkapi dengan penyusunan buku saku, dashboard pemantauan berbasis wilayah kerja Bhabinkamtibmas, serta sistem penghargaan bagi personel dan tenaga kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik.

Perlu Validasi Data

Sementara itu, tim teknis DKPPKB Sulbar menegaskan perlunya validasi data antara Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan kondisi lapangan agar seluruh capaian tercatat secara akurat. 

Koordinasi yang lebih intensif antara puskesmas, dinas kesehatan kabupaten, Bhabinkamtibmas, serta jajaran Polres di enam kabupaten juga menjadi perhatian untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.