TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG SELATAN – Transformasi digital yang digalakkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam pelayanan publik, khususnya sektor perpajakan, mulai membuahkan dampak positif.
Kemudahan akses yang ditawarkan sukses membuat warga merasa terbantu, meski tantangan literasi digital masih menjadi catatan penting.
Bagi warga Pondok Aren, Dwike Nuraini, digitalisasi telah memangkas birokrasi yang sebelumnya dianggap menyita waktu.
Baca juga: Jadi Rujukan Nasional, Transformasi Digital Tangsel Sukses Dongkrak Layanan Publik dan PAD
Sebagai ibu rumah tangga, ia kini dapat menuntaskan kewajiban pajak tanpa harus meninggalkan kesibukan di rumah.
"Kalau untuk membayar pajak secara online sekarang itu tentu sangat mempermudah. Apalagi saya ibu rumah tangga dan ada anak di rumah. Jadi tidak perlu menunggu akhir pekan atau menunggu suami, kita sudah bisa membayar sendiri," ujar Dwike di Pamulang, Jumat (3/7/2026).
Dwike juga merasakan dampak nyata dari hasil pajak tersebut terhadap pembangunan fasilitas umum seperti taman dan perbaikan jalan.
Namun, ia berharap pemerintah lebih transparan dalam menginformasikan bagaimana dana pajak dikelola.
"Kalau masyarakat tahu pajak yang kita bayar digunakan untuk perbaikan jalan, pembangunan taman, dan fasilitas lainnya, jadi masyarakat paham kalau itu memang dari kita untuk kita," tambahnya.
Tantangan Literasi Digital bagi Warga Senior
Senada dengan Dwike, warga lain bernama Nur Hidayanti mengapresiasi kemajuan teknologi di Tangsel. Meski demikian, ia mengakui bahwa tidak semua lapisan masyarakat bisa beradaptasi dengan cepat, terutama generasi tua.
"Mungkin masih ada beberapa masyarakat yang kesulitan untuk mengakses, terutama orang tua yang belum paham dan belum mengerti caranya," ungkap Nur.
Untuk mengatasi kesenjangan ini, Nur berharap pemerintah dapat mengintegrasikan semua layanan dalam satu aplikasi yang lebih sederhana serta meningkatkan sosialisasi bagi masyarakat lanjut usia.
"Bagus kalau nanti bisa jadi satu aplikasi supaya lebih mempermudah masyarakat. Sosialisasi juga penting untuk orang-orang tua yang masih kurang paham menggunakan gadget," harapnya.
Teknologi Harus Disertai Pendampingan
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah, menilai langkah Pemkot Tangsel sebagai tindakan progresif. Menurutnya, digitalisasi adalah instrumen krusial untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan efisien.
"Kalau digitalisasi memang merupakan langkah progresif dalam pelayanan pajak. Dengan digitalisasi itu lebih transparan, lebih terbuka, mudah diakses publik, dan layanannya juga lebih cepat," ujar Trubus.
Meski mendukung penuh, Trubus mengingatkan bahwa keberhasilan sistem digital tidak hanya bergantung pada teknologi semata, melainkan juga pada kualitas edukasi dan responsivitas pemerintah terhadap kendala masyarakat.
"Kelemahannya itu sering kali tidak ada edukasi. Edukasinya masih minim, padahal tidak semua masyarakat paham digitalisasi," tegasnya.
Trubus mendorong agar pemerintah segera menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses dan melakukan pendampingan aktif bagi warga yang mengalami kesulitan.
"Harus ada channel aduan ketika masyarakat bingung menggunakan layanan. Pemerintah juga harus melakukan pendampingan supaya persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan," pungkasnya.