Spanyol meraih kemenangan pertama mereka di babak gugur Piala Dunia FIFA sejak final tahun 2010 di Afrika Selatan, menghancurkan Austria dengan skor 3-0 melalui gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Mereka menunjukkan mengapa, meskipun kehilangan beberapa pemain kunci, mereka tetap menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Juara Eropa bertahan itu melewati fase grup dengan penampilan yang relatif biasa, bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde dan menghancurkan Arab Saudi 4-0 di Atlanta. Spanyol kemudian menang tipis 1-0 atas Uruguay di Guadalajara, dalam laga yang juga membuat Nico Williams harus keluar karena cedera adduktor.
Bagi Austria, mereka mengalahkan tim debutan Yordania 3-1 dalam laga Piala Dunia pertama mereka sejak 1998, kemudian kalah 2-0 dari Argentina, sebelum bermain imbang dramatis 3-3 melawan Aljazair dan memastikan tiket bertemu Spanyol di babak 32 besar.
Spanyol memasuki laga ini dengan krisis cedera kecil, di mana para winger seperti Yéremy Pino, Víctor Muñoz, dan Nico Williams absen, sementara gelandang serang Fermín López juga cedera sebelum turnamen dimulai. Namun, dengan Lamine Yamal menampilkan performa terbaiknya di sisi kanan serangan, kekurangan opsi penyerang itu nyaris tidak terasa.
La Roja langsung mengambil kendali sejak awal dan tampak mencetak gol melalui tendangan pojok, tetapi gol Marc Cucurella dianulir karena pelanggaran. Mereka hanya butuh tujuh menit untuk membuka keunggulan, saat Oyarzabal berhasil memanfaatkan umpan silang dari Cucurella untuk mencetak gol pembuka yang pantas.
Austria masih mampu menjaga skor agar tidak semakin lebar berkat aksi gemilang penjaga gawang Alexander Schlager, dan kemudian melakukan dua pergantian pemain di babak pertama, diikuti dengan dua pergantian lagi pada menit ke-60.
Meskipun tim asuhan Ralf Rangnick mampu meningkatkan intensitas dan menandingi Spanyol dalam hal fisik, mereka tidak pernah benar-benar mengancam gawang lawan kecuali lewat beberapa umpan silang tajam dari Marcel Sabitzer, yang gagal dimanfaatkan karena kurangnya penyelesaian di dalam kotak penalti.
Spanyol tetap tenang dan terus membongkar pertahanan Austria dengan garis tekanan tinggi dan umpan-umpan terkoordinasi. Pada menit ke-66, mereka mendapatkan hasil dari kerja keras itu saat Álex Baena, yang menggantikan Williams, mengirimkan umpan silang sempurna untuk Pedro Porro yang berhasil menanduk bola masuk ke gawang.
Oyarzabal menambah keunggulan di menit ke-89, memastikan kemenangan 3-0 di Inglewood, California. Namun di balik permainan penguasaan bola yang impresif, Spanyol juga menunjukkan ketangguhan mereka saat bertahan, membatasi Austria hanya dengan lima tembakan — tanpa satu pun yang mengarah ke gawang — dalam kemenangan yang sangat meyakinkan.
Dengan hasil ini, Spanyol juga mencatat rekor dunia baru ketika Unai Simón melewati catatan milik Walter Zenga untuk menit terbanyak tanpa kebobolan di Piala Dunia (519 menit). Seolah-olah, siapa pun penjaga gawang dari dua divisi profesional Spanyol yang dimainkan, mereka tetap akan menjaga gawangnya tetap bersih.
Setelah pertandingan, Porro mengatakan, “Kami tahu hari ini akan menjadi laga yang sulit, tetapi kami melakukan segalanya dengan baik sejak awal, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Saya melihat tim Spanyol sangat fokus sejak awal... kami berusaha melakukan yang terbaik, dan yang paling penting adalah tim terus bersaing di level tertinggi.”
Pertahanan yang kuat sering kali menjadi kunci juara, dan hal itu mungkin juga berlaku bagi Spanyol kali ini. Setelah tampil tanpa greget di sebagian besar fase grup, La Roja kini bangkit di babak-babak penting turnamen, menunjukkan kekompakan yang sama seperti ketika mereka meraih kejayaan dua tahun lalu di Jerman.
Apakah mereka akan berhadapan dengan Kroasia atau Portugal di Dallas, dan apakah para penyerang yang cedera akan pulih tepat waktu untuk babak 16 besar, satu hal yang pasti: tim Spanyol ini tidak akan menyerah begitu saja. Dengan permainan penguasaan bola yang elegan dan pertahanan yang kokoh, Spanyol akan menjadi salah satu kandidat utama untuk merebut trofi tertinggi di New Jersey pada 19 Juli mendatang.