Kirab Tumpeng Tahu Kuning Meriahkan Bulan Suro di Kediri, 5.000 Potong Tahu Diperebutkan Warga
Rendy Nicko July 03, 2026 02:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Tradisi kirab tumpeng tahu kuning kembali memeriahkan peringatan Bulan Suro di Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri Jumat (3/7/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab hingga kompleks makam Syekh Zainal Abidin atau Mbah Qobul untuk mengikuti prosesi budaya yang digelar setiap tahun tersebut.

Ritual kirab dimulai dari kediaman Sekretaris Desa setempat dan berakhir di kompleks makam Syekh Zainal Abidin yang diyakini sebagai tokoh spiritual sekaligus cikal bakal berdirinya desa.

Warga yang ikut iring-iringan memakai pakaian khas adat jawa lengkap dengan pernak pernik. 

Ikon utama dalam kirab tersebut adalah gunungan tumpeng tahu kuning dengan tinggi dan diameter masing-masing sekitar dua meter. Gunungan itu berisi sekitar 5.000 potong tahu kuning yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Baca juga: Stan Tematik 4 Rasa Ramaikan Bazar Blitar Djadoel, Kembali Digelar di Alun-alun Kota Blitar

Selain gunungan tahu, warga juga membawa 10 tumpeng hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen yang diperoleh masyarakat selama setahun terakhir.

Tak hanya itu, terdapat penampilan seni tari reog, menjadi daya tarik warga setempat untuk memeriahkan acara tahunan ini. 

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Toyoresmi, Nyamad Rachman mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat swadaya masyarakat yang bergotong royong mempersiapkan acara.

"Pada pagi hari ini ada 10 tumpeng yang merupakan hasil swadaya masyarakat. Selain itu juga ada hasil bumi dan produk dari pelaku UMKM yang ikut memeriahkan kirab budaya," jelasnya.

Menurut Nyamad, kirab budaya tahun ini semakin semarak karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Ia menjelaskan, jika tahun lalu masyarakat menampilkan atraksi barongsai, pada pelaksanaan tahun ini panitia menghadirkan kesenian Reog Ponorogo serta pertunjukan seni budaya jalanan untuk menghibur masyarakat yang memadati jalur kirab.

Rute kirab dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari rumah Sekretaris Desa, kemudian menuju kawasan Basuki Mulyo sebelum berakhir di makam Syekh Zainal Abidin sebagai lokasi doa bersama dan puncak ritual sedekah bumi.

Nyamad menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat tradisi tersebut terus bertahan hingga sekarang. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan dalam menjaga warisan budaya leluhur.

"Tradisi kirab budaya seperti ini diharapkan terus dilestarikan agar Desa Toyoresmi semakin dikenal luas serta mampu menarik lebih banyak wisatawan pada tahun-tahun mendatang," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto mengatakan pemerintah daerah selama ini turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kirab budaya, termasuk melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Menurut Gatot, pada tahun ini bantuan pemerintah belum dapat direalisasikan karena kelompok paguyuban penyelenggara belum mengajukan proposal. Namun pihaknya berharap pada pelaksanaan tahun depan dukungan tersebut dapat kembali diberikan.

"Insyaallah tahun depan mengajukan ke pemerintah daerah. Mudah-mudahan bisa terealisasi supaya panitia yang melaksanakan kegiatan ini sudah banyak terbantu," katanya.

Gatot juga berharap tradisi kirab budaya Desa Toyoresmi dapat terus masuk dalam agenda budaya tahunan sehingga keberadaannya semakin dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kediri.

Di sisi lain, Kepala Bidang Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priyatno, mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam melestarikan tradisi tersebut.

"Ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga tentang ketahanan sosial. Tumpeng tahu ini disiapkan dari oleh dan untuk masyarakat Toyoresmi. Semua bergotong royong dalam semangat syukur dan kebersamaan," jelas Eko.

Eko menilai tradisi seperti kirab tumpeng tahu kuning tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya Kabupaten Kediri.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.