Kadisdikbud Palu Pastikan Tak Ada Lulusan SD Tidak Sekolah, Daya Tampung SMP Dinilai Mencukupi
Regina Goldie July 03, 2026 04:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi, memastikan seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kota Palu pada tahun ajaran 2026 dipastikan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Hardi, berdasarkan data Disdikbud Kota Palu, jumlah lulusan SD tahun 2026 mencapai sekitar 5.919 siswa, sementara daya tampung SMP negeri mencapai sekitar 5.656 siswa.

"Kalau dihitung hanya SMP negeri memang masih ada selisih sekitar 265 siswa. Tetapi itu belum memasukkan daya tampung sekolah swasta. Di Kota Palu jumlah SMP swasta juga cukup banyak, sehingga kami memastikan tidak ada anak yang tidak mendapatkan sekolah," ujar Hardi, Kamis (2/7/2026).

Ia mengatakan, persoalan yang sering muncul bukan karena kekurangan kursi sekolah, melainkan tingginya minat masyarakat terhadap beberapa sekolah favorit.

"Yang menjadi masalah sebenarnya adalah banyak orang tua yang mendaftar di sekolah tertentu. Padahal kualitas sekolah di Kota Palu saat ini sudah semakin merata," katanya.

Baca juga: Tanpa Ambulans, Brimob Evakuasi Ibu Hamil ke Puskesmas di Buol

Hardi menjelaskan, pemerataan kualitas pendidikan dilakukan melalui penempatan kepala sekolah yang memiliki kemampuan berinovasi, berkompetisi, dan mampu meningkatkan mutu sekolah.

Ia mencontohkan sejumlah sekolah yang kini mengalami peningkatan prestasi dan menjadi pilihan masyarakat, seperti SMP Negeri 6, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, SMP Negeri 7, hingga SMP Madani.

Menurutnya, beberapa tahun lalu sekolah-sekolah tersebut masih kekurangan pendaftar. Namun kini justru mengalami lonjakan peminat.

"Contohnya SMP Negeri 6. Dulu kuotanya sering tidak terpenuhi, sekarang pendaftarnya sudah ratusan. Begitu juga SMP Negeri 9 dan SMP Madani. Ini menunjukkan masyarakat mulai percaya terhadap kualitas sekolah-sekolah yang berada di luar pusat kota," jelasnya.

Ia juga menyebut capaian Rapor Pendidikan tahun 2025 menunjukkan sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggiran justru memiliki hasil yang sangat baik.

Bahkan beberapa di antaranya berhasil memperoleh Program BOS Kinerja Prestasi, seperti SMP Negeri 6 dan SMP Madani Palu.

"Sekarang sekolah yang menjadi favorit bukan hanya SMP 1, SMP 2, SMP 3, dan SMP 4. SMP 6 maupun SMP Madani juga menjadi rebutan masyarakat. SMP Madani misalnya hanya menerima sekitar 145 siswa, tetapi pendaftarnya mencapai lebih dari 300 orang," ungkapnya.

Hardi mengimbau para orang tua untuk tidak terpaku pada satu sekolah tertentu. 

Baca juga: OJK Sulteng Catat Penyaluran Kredit UMKM Tumbuh 28,16 Persen, Tembus Rp20,88 Triliun

Ia meminta masyarakat memanfaatkan pilihan sekolah lain yang kualitasnya juga terus meningkat.

Ia juga mengingatkan agar calon peserta didik yang telah dinyatakan lolos di satu sekolah tidak lagi melakukan verifikasi di sekolah lain agar kuota dapat dimanfaatkan oleh siswa lain.

"Kalau sudah lulus di satu sekolah, silakan langsung daftar di sana dan jangan lagi mengambil tempat di sekolah lain. Dengan begitu semua anak bisa tertampung," katanya.

Hardi optimistis seluruh lulusan SD di Kota Palu akan memperoleh layanan pendidikan pada jenjang SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Saya yakin semua anak di Kota Palu akan tertampung. Yang penting orang tua memiliki kemauan menyekolahkan anaknya dan anak mau belajar. Di sekolah mana pun, mereka akan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.