Vanderlei Luxemburgo Kritik Carlo Ancelotti, Sebut Brasil Kehilangan Jati Diri di Piala Dunia 2026
Tribun-video July 03, 2026 05:42 PM

- Prestasi Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 sejauh ini cukup meyakinkan.

Tim Samba menjadi salah satu tim yang berhasil memastikan diri tampil di babak 16 besar setelah mengalahkan Jepang yang digadang bakal menjadi lawan yang merepotkan.

"Brasil akan kesulitan berhadapan dengan Jepang. Jika nanti lolos, mereka juga akan berhadapan dengan Meksiko di perempat final," kata Hamid Anwar dari @analiskampungsebelah, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Brasil juga nyaris sempurna mendapatkan kemenangan saat mengarungi keempat pertandingan yang sudah dijalani.

Mereka hanya satu kali mendapatkan hasil imbang, yaitu saat berhadapan dengan Maroko, di fase grup.

Selebihnya, Casemiro dan kawan-kawan selalu bisa mendapatkan kemenangan, termasuk di babak 32 besar lalu.

Meski demikian, performa Brasil itu tak membuat puas salah seorang legendanya, Vanderlei Luxemburgo.

Luxemburgo yang juga pernah menangani Timnas Brasil ini menyayangkan sikap federasi yang malah memberikan kepercayaan kepada pelatih asing untuk menukangi Selecao.

Tentu saja yang dimaksud adalah kehadiran Carlo Ancelotti di kursi pelatih Brasil.

Luxemburgo menilai para pelatih lokal Brasil masih layak bersaing dengan sosok-sosok tenar di kancah internasional.

Dengan adanya pelatih dari luar Brasil, ia melihat tim nasional pun menjadi bermain dengan cara berbeda.

"Saya melihat sepak bola brasil benar-benar melenceng dari identitas yang ada pada diri kita selama ini," kata Luxemburgo dikutip dari Reproducao.

"Kami memiliki 5 gelar juara Piala Dunia dengan pelatih asal Brasil dan permainan yang menjadi ciri khas."

"Apa yang terjadi? Kami kalah tahun lalu (Piala Dunia 2022) dan media mulai menyebut pelatih Brasil tidak lagi sehebat pelatih-pelatih di luar sana."

"Hari ini, kami memiliki orang Italia sebagai pelatih timnas Brasil."

"Kita padahal memiliki 10 orang Brasil yang menjadi pelatih di liga. Kita juga tidak punya budaya sebagai pemain Brasil lagi," paparnya.

Brasil memang dikenal memiliki identitas yang jelas dalam permainan mereka.

Mereka pernah berjaya dengan membawa gaya jogo bonito atau sepak bola indah di setiap turnamen yang diikuti.

Pemain-pemain seperti Pele, Garrincha, Zico, hingga berlanjut ke era Ronaldinho Gauco punya identitas tersebut.

Barangkali di zaman sekarang, tinggal Vinicius Junior, pemain top Brasil yang masih memiliki semangat jogo bonito tersebut.

Namun Vini juga tak terlalu dikenal dengan identitasnya itu saat bermain di Real Madrid.

Terlepas dari itu, penggemar lebih mendambakan hasil untuk saat ini.

Sudah terlalu lama Brasil menjalani puasa gelar Piala Dunia yang terakhir kali datang ke negara itu pada 2002 silam.

Keberadaan Carlo Ancelotti dengan segudang pengalamannya diharapkan bisa membantu proses Tim Samba mendapatkan piala yang hilang tersebut.

Setidaknya skuad Brasil Ancelotti sudah mendapatkan dua ujian berarti.

Brasil bisa melewati adangan Maroko dan Jepang yang menjadi lawan terberat sejauh ini.

Bahkan saat melawan Jepang, Brasil berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk akhirnya menang dan melangkah ke babak 16 besar.

"Kami tidak kehilangan kesabaran. Kami memiliki banyak opsi, baik pemain di lapangan maupun di bangku cadangan."

"Jepang bukan lawan yang mudah, mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi," kata Ancelotti, dikutip dari laman resmi FIFA.

(*)

VP: RAMA(MAGANG)

# Piala Dunia 2026 # Carlo Ancelotti # Vanderlei Luxemburgo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.