Petani Kediri Kini Lebih Mudah Dapat Solar Subsidi, Cukup Urus Barcode Lewat PPL dan Desa
Rendy Nicko July 03, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Petani di Kabupaten Kediri kini tak perlu lagi repot mengurus pembelian solar subsidi untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dinas Pertanian Kabupaten Kediri menghadirkan mekanisme yang lebih mudah melalui sistem barcode yang dapat diurus dengan bantuan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah desa.

Kemudahan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan bahan bakar bagi alsintan tetap terpenuhi, terutama menjelang musim kemarau ketika penggunaan pompa air berbahan bakar diesel semakin meningkat.

Solar subsidi tersebut diperuntukkan bagi operasional berbagai alsintan, seperti hand tractor, traktor roda empat, mesin pertanian berbahan bakar diesel, hingga pompa air yang digunakan petani untuk pengairan lahan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, termasuk memastikan ketersediaan pompa air dan mempermudah akses petani memperoleh solar subsidi.

Baca juga: Hasil Tangkapan Nelayan Trenggalek Anjlok Imbas Cuaca Buruk dan Hilangnya Rumpon, Harga Ikan Naik

"Yang kita lakukan kemarin, kita sudah memitigasi terkait dengan kekeringan ini. Yang pertama, kami sudah ngecek bantuan-bantuan pompa air. Itu di beberapa ratus titik, insya Allah semuanya sudah ready," tutur Sukadi usai penyerahan benih jagung kepada para petani di Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Selasa (30/6/2026) lalu. 

Menurut Sukadi, saat ini petani tidak lagi diwajibkan datang ke dinas untuk mengurus barcode pembelian solar subsidi seperti sebelumnya.

Petani cukup melapor kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) atau kepala desa dengan menunjukkan bahwa mereka benar-benar berstatus sebagai petani yang membutuhkan solar untuk operasional alsintan maupun pompa air.

"Nanti dibantu oleh PPL menyampaikan ke dinas untuk mendapatkan rekom. Rekom nanti dari kami kita buatkan. Hari itu juga akan kita kirim lagi ke PPL, dicetak dan diberikan ke petani," jelasnya. 

Setelah memperoleh rekomendasi tersebut, petani dapat menggunakan barcode untuk membeli solar subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jadi mereka sudah bisa mendapatkan barcode untuk membeli solar bersubsidi. Dan itu bisa dipakai untuk diesel pompa air, kayak traktor, hand tractor, nanti itu bisa dipakai," tambah Sukadi.

Selain mempermudah akses solar subsidi, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri juga menyiapkan pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang bersumber dari anggaran APBN maupun APBD Kabupaten Kediri.

Program tersebut disebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah di Kabupaten Kediri dan akan diprioritaskan bagi kelompok-kelompok tani sebagai upaya menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

"Jadi mengantisipasi musim kemarau sudah kita lakukan langkah-langkah seperti itu," katanya.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri juga terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program, mulai dari perluasan lahan pertanian organik, peningkatan dukungan sarana produksi, hingga kemudahan akses pelayanan bagi petani.

Salah satu capaian yang berhasil diraih pada tahun ini adalah meningkatnya luas lahan pertanian organik tersertifikasi. Hingga Juni 2026, luas lahan organik di Kabupaten Kediri mencapai 168,7 hektare atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat seluas 85 hektare.

Pemerintah Kabupaten Kediri berharap berbagai program tersebut tidak hanya mampu membantu petani menghadapi musim kemarau, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong kesejahteraan petani melalui pelayanan yang semakin mudah dan cepat.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.