IKAPI Aceh dan DPKA Kompak Jaga Nyala Literasi dan Buku Lokal
Safriadi Syahbuddin July 03, 2026 10:25 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan yang kian kompleks dalam dunia perbukuan, upaya menjaga eksistensi penulis dan penerbit lokal di Aceh terus diperkuat. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam pertemuan konsolidasi antara pengurus Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Aceh dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Zulkifli, di Lantai 2 Gedung Perpustakaan Aceh, Lamnyong, Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua IKAPI Aceh, Dr. Mukhlisuddin Ilyas, Sekretaris Teuku Rahmad Afrizal, serta Ketua Dewan Pertimbangan IKAPI Aceh, Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, MA.

Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis membangun ekosistem perbukuan Aceh yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Ketua IKAPI Aceh menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Plt Kepala DPKA Aceh sebagai bentuk penguatan sinergi kelembagaan.

Doktor Mukhlisuddin menegaskan keberlangsungan penerbit lokal dan tumbuhnya penulis-penulis Aceh harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan intelektual, sejarah, dan budaya yang besar, namun semua itu membutuhkan medium yang kuat untuk diwariskan, salah satunya melalui ekosistem buku yang sehat dan berdampak.

Ia menyampaikan sejumlah gagasan strategis, mulai dari rencana pelaksanaan pameran buku, penguatan festival literasi, kampanye anti-pembajakan buku, hingga penguatan ruang-ruang kolaborasi yang melibatkan penerbit, penulis, komunitas literasi, dan pemerintah.

“IKAPI Aceh mendorong DPKA Aceh terus mendukung eksistensi penerbit-penerbit lokal dalam berbagai bentuk kegiatan yang mampu melibatkan penerbit dan penulis, serta memberi dampak nyata bagi penguatan ekosistem perbukuan yang sehat di Aceh,” kata Mukhlisuddin.

Baca juga: Hadirkan Ruang Baca Ramah Anak, Cara DPKA Buat Pustaka Aceh Nyaman Dikunjungi

Alumnus Pondok Pesantren Terpadu Dayah Jeumala Amal (DJA) Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya ini menambahkan, penerbit lokal tidak hanya berfungsi penerbit buku, tetapi juga menjadi penjaga memori kolektif, perawat identitas budaya, dan penggerak literasi masyarakat Aceh.

Adaptasi Lebih Cepat

Sementara itu, Plt Kepala DPKA Aceh, Zulkifli, memberikan apresiasi atas semangat dan langkah progresif IKAPI Aceh dalam membangun ekosistem perbukuan yang sehat.

Ia menilai, tantangan dunia penerbitan saat ini menuntut adaptasi yang lebih cepat terhadap perkembangan teknologi.

“Kami mendorong penerbit-penerbit di Aceh untuk terus berbenah sesuai perkembangan zaman. Ini era digital, sehingga perlu memperbanyak penerbitan buku elektronik atau e-book agar jangkauan literasi semakin luas,” ujar Zulkifli.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian khusus dalam diskusi itu adalah penguatan katalog bersama penerbit lokal Aceh. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan, mendokumentasikan, sekaligus mempromosikan karya-karya terbitan lokal agar lebih mudah diakses masyarakat.

Zulkifli berharap keberadaan IKAPI Aceh dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Aceh.

Di tengah tantangan rendahnya minat baca, maraknya pembajakan buku, dan perubahan pola konsumsi informasi di era digital, kolaborasi antara IKAPI Aceh dan DPKA menjadi angin segar bagi masa depan dunia literasi Aceh.

Sebab, di balik setiap buku yang terbit di Aceh, ada gagasan yang hidup, di balik setiap keberadaan penulis lokal yang bertahan di Aceh ditengah himpitan ekonomi, ada ruang intelektual yang tumbuh untuk Aceh.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.