Temukan Perokok di Tempat Terlarang, Ini yang Dilakukan  Satpol PP Kabupaten Balangan Kalsel
Edi Nugroho July 03, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN -  Temukan Perokok di Tempat Terlarang, Ini yang Dilalukan  Satpol PP Kabupaten Balangan Kalsel.

Penertiban Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang digelar Satpol PP Kabupaten Balangan di RSUD Datu Kandang Haji temukan satu pelanggar. 

Petugas langsung melakukan penertiban terhadap pelanggar yang kedapatan merokok di area yang tidak diperbolehkan.

Pelaksanaan penertiban Perda KTR ini sekaligus Sosialisasi Perda Nomor 15 Tahun 2014 tentang KTR, terutama pada fasilitas kesehatan. 

Baca juga: Intip Kegiatan Kreatif Karang Taruna Tanahbumbu Kalsel, Jadi Agen Penggerak Literasi Desa 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Sabtu 4 Juli 2026, Sebagai Wilayah Banua Cerah Namun Sebagian Hujan Ringan

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Balangan, Cecep Ruswanto menerangkan penertiban Perda KTR ini sekaligus sosialisasi dan pemasangan spanduk KTR pada tiga area di rumah sakit.

"Penertiban KTR ini bertujuan positif, agar RSUD Datu Kandang Haji benar-benar bersih, sehat, dan nyaman untuk pasien serta tenaga medis,” ungkap Cecep, Jumat (3/7/2026).

Ia juga menyorot dampak KTR untuk jangka panjang. Menurutnya, bebas asap rokok di fasilitas kesehatan penting untuk menekan angka ISPA dan risiko stunting pada anak.

“Ini bagian dari komitmen kita wujudkan Generasi Sanggam yang sehat. Dukungan masyarakat sangat kita butuhkan, biar UHC Balangan 2026 dan Kabupaten Sehat benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.

Satpol PP Balangan juga memastikan penertiban KTR di fasilitas publik akan terus digencarkan. Sehingga ke depannya warga lebih tertib dan paham kapan serta dimana tempat yang tepat untuk merokok. 


Simak, Berikut 5 Tips Berhenti Merokok secara Bertahap

Kebiasaan merokok dapat menimbulkan bahaya kecanduan.

Akibatnya kandungan kimiawi di dalam rokok tersebut dapat memicu munculnya sejumlah penyakit di dalam tubuh.

Kecanduan merokok terjadi akibat adanya kandungan nikotin di dalam rokok. Selain mengandung nikotin, rokok juga mengandung sekitar 4000 jenis senyawa kimia.

Baca juga: Berikut Bahaya Vape, dari Cedera Paru hingga Berujung Kematian

Dilansir dari Kompas.com, 400 di antara senyawa kimia tersebut merupakan zat beracun.

Seseorang yang mengonsumsi rokok meningkatkan risiko terjadinya penyakit, seperti jantung koroner, stroke, hipertensi, gangguan janin, kanker paru, dan penyakit lainnya.

Tak hanya merugikan bagi perokok aktif, asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif.

Lantas bagaimana cara berhenti merokok?

Tips berhenti merokok secara bertahap

Memutuskan untuk berhenti merokok bukanlah hal yang mudah.

Pasalnya kandungan nikotin di dalam rokok memberikan rasa candu bagi para perokok.

Kendati demikian, kecanduan terhadap rokok bukan berarti membuat perokok tidak bisa berhenti mengonsumsinya.

Apabila upaya berhenti merokok terasa sulit, perokok bisa mencoba cara berhenti merokok secara bertahap. Cara ini dilakukan dengan mengurangi rokok dari hari ke hari.

Berhenti merokok secara bertahap dilakukan dengan mengurangi jumlah rokok yang diisap setiap harinya. Jumlah tersebut berangsur-angsur terus dikurangi.

Misalnya hari pertama berhenti merokok, menghabiskan 10 batang, hari ke-2 atau ke-3 turun jadi 8 batang, dan seterusnya sampai 0 batang setiap harinya.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghentikan perilaku merokok secara bertahap:

1. Tips paling efektif untuk berhenti merokok harus diawali dari diri sendiri.

Perokok perlu membuat komitmen secara sadar dengan dirinya sendiri untuk mengakhiri kebiasaan merokok.

Dilansir dari Kemenkes, tekad dan niat yang kuat untuk berhenti merokok menjadi alasan utama yang harus dilakukan.

2. Batasi waktu dan tempat untuk merokok

Tips berhenti merokok bisa dilakukan dengan memberikan batas waktu dan tempat untuk merokok.

Perokok tidak perlu menunggu aturan yang biasanya diberikan di beberapa fasilitas umum untuk tidak merokok.

Dilansir dari Health Hub, memasang tanda ‘Dilarang Merokok’ bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi kebiasaan merokok.

Tanda tersebut bisa dipasang di area yang mudah terjangkau atau sering dilalui perokok, misalnya di kamar tidur, mobil, atau kamar mandi.


3. Menahan keinginan untuk merokok

Berhenti merokok membutuhkan motovasi, upaya dan dukungan yang tepat

Berhenti merokok membutuhkan motovasi, upaya dan dukungan yang tepat(Pexels/ Cottonbro)

Keinginan merokok bisa datang kapan saja.

Kendati demikian, tantangan bagi mereka yang ingin berhenti dari merokok adalah menahannya.

Keinginan untuk merokok merupakan bagian dari rasa kecanduan akibat nikotin di dalam rokok.

Untuk melawan rasa tersebut, perokok bisa mengalihkan perhatiannya dengan melakukan kegiatan yang lain.

Masih dari sumber yang sama, tips berhenti merokok bisa dilakukan dengan rutin membawa permen bebas gula di kantong perokok sehingga ketika keinginan merokok tersebut muncul bisa diganti dengan permen bebas gula atau snack sehat lainnya.

Mengalihkan keinginan untuk merokok bisa dilakukan dengan mendengarkan pemutar musik atau bermain game melalui ponsel genggam.

Bermain game melalui ponsel genggam bisa membantu kebiasaan berhenti merokok. Sebab, bermain game melalui ponsel membuat kedua tangan terus aktif.

4. Berolahraga secara rutin

Dikutip dari Kompas.com, sebuah studi menyebutkan bahwa olahraga rutin mampu mencegah keinginan merokok.

Olahraga tersebut bisa dilakukan dengan jalan kaki atau meregangkan badan.

Kegiatan sederhana tersebut cukup membantu otak mencegah keinginan merokok.

5. Melakukan meditasi

Sejumlah perokok merasa ingin merokok ketika sedang stres.

Meditasi bisa mengurangi rasa stres sehingga keinginan untuk merokok menjadi berkurang.

Selain itu, meditasi juga bisa menjadi salah satu pilihan sebagai cara mengelola konsumsi nikotin.

Beberapa perokok yang berhasil berhenti dari kebiasaan merokok biasanya tidak kuat menahan gejala putus nikotin.

Dilansir dari Health Hub, sekitar 20 persen perokok akan mengalami gejala putus zat nikotin yang kuat. Gejala tersebut biasanya langsung dirasakan dalam 48 jam pertama setelah berhenti merokok.

Berikut beberapa gejala putus nikotin dan cara mengatasinya:

    Sulit berkonsentrasi, lakukan peregangan secara teratur untuk mengembalikan energi dalam tubuh.
    Mudah terseinggung, lakukan olahraga yang melatih relaksasi tubuh dan pikiran, seperti yoga, meditasi, dan olah pernapasan.
    Sakit kepala, cegah dengan membiasakan tidur yang cukup.
    Mudah lelah, Tidur cukup dan minum jahe bisa menyegarkan tubuh.
    Batuk, atasi dengan minum air hangat atau obat batuk bebas gula.
    Mudah lapar dan haus, mengonsumsi air putih dengan kapasitas lebih banyak dari biasanya bisa menghambat rasa lampar yang sering muncul akibat gejala putus nikotin. Atau bisa juga dengan mengonsumsi camilan rendah kalori.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.