TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perlintasan rel Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor kini ditutup permanen setelah banyaknya kejadian kecelakaan di kawasan tersebut.
Tak cuma menyeberangi rel, akses jalan kecil di samping rel kini juga ditutup.
Penutupan itu tertulis mulai diberlakukan per 1 Juli 2026.
Salah satu warga sekitar, Adi (39), juga sudah mengetahui hal tersebut termasuk soal alasan keamanan.
Adi mengatakan, perlintasan itu setahu dia memang mengerikan, karena sudah banyak menelan korban karena kecelakaan.
Sebelumnya memang perlintasan itu banyak digunakan warga melintas sebagai alternatif untuk mempersingkat waktu tempuh.
Seperti diantaranya penumpang angkot yang hendak ke Cilebut, banyak juga yang kerap berhenti dan turun dekat rel, lalu menyeberangi rel kereta di kawasan itu untuk sampai tujuan lebih cepat.
"Yang kecelakaan rata-rata meninggal semua, gak selamat," kata Adi kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (3/7/2026).
Dia menjelaskan, di kawasan itu kebanyakan warga luar kampung sekitar yang menjadi korban tersambar kereta api.
Tapi menurutnya, warga sekitar ada pula yang pernah menjadi korban.
"Kalau di sini dulu sering cuman untuk bulan-bulan ke belakang ini yang depan rumah saya gak ada, adanya di sana, di sana sering (perlintasan Sholeh Iskandar)," katanya.
"(Korban) Rata-rata orang luar, kalau dulu-dulu ada juga orang sini," imbuh Adi.
Meski sering terjadi kejadian yang menimbulkan korban, dia tak menganggap kawasan itu angker.
"Kalau saya sih biasa aja," ungkapnya.
Terkadang Didatangi Orang Putus Asa
Warga sekitar yang lain, Munir, juga mengatakan hal serupa soal banyak kecelakaaan di perlintasan rel Sholeh Iskandar yang kini ditutup tersebut.
"Ini ditutup katanya karena sering kejadian (kecelakaan), tapi yang kejadian bukan orang-orang sini, orang lewat, orang nyeberang," kata Munir.
"Yang meninggal (terserempet kereta) bukan satu dua kali di sini," ujarnya.
Dia menceritakan dulu pernah ada kejadian warga Tengerang, dia mau kencing malah terserempet kereta.
"Dia mau kencing, kena (terserempet), yang nganterin (korban) tetangga, nganterinnya ke Tangerang," katanya.
"Jarang ada yang kena kalau warga sini mah. Paling warga sini mah nengokin, bantuin, udah, kalau ada kecelakaan," kata Munir.
Di antaranya kecelakan-kecelakaan yang terjadi, kata dia, ada pula warga yang tertabrak diduga karena putus asa.
"Kemarin yang terakhir orang yang mau bunuh diri kayaknya," kata Munir.
"Kadang cewek, kadang cowok. Dulu ada yang nyeberang ibu-ibu dari seberang sana, dia jalan terus malah diem, manasin badan katanya, tahunya kena aja (tertabrak)," katanya.
Munir juga tidak menganggap kawasan itu terkesan angker meski memang sudah sering terjadi kecelakaan.
Namun kini setelah kawasan itu ditutup, tak ada lagi pejalan kaki yang bisa menyeberangi rel kereta tersebut termasuk jalan kecil pinggir rel.
Terpantau, kawasan itu kini sudah dipasangi pagar kawat dan akses jalan kecil pinggir rel juga tak bisa lagi dilintasi pemotor karena penutupan ini.
Setelah ditutup, warga dari kawasan Kedung Badak kini mau tak mau harus memutar melalui jalan raya melewati Simpang Warung Jambu untuk sampai ke Jalan Sholeh Iskandar.