TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat malam (3/7/2026).
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 2,1 tersebut terjadi tepat pada pukul 21:33:22 WIB.
Hasil analisis awal menunjukkan bahwa pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 1.10 Lintang Selatan, 120.03 Bujur Timur.
Pusat getaran ini berjarak sekitar 35 kilometer arah Timur Laut dari Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Gempa ini tergolong sebagai gempa bumi sangat dangkal, yaitu berada di kedalaman 5 kilometer di bawah permukaan tanah.
Karakteristik gempa dangkal seperti ini biasanya berpotensi lebih dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa, meskipun magnitudo yang tercatat relatif kecil.
BMKG menegaskan bahwa informasi terkait gempa bumi ini mengutamakan kecepatan.
"Sehingga hasil pengelolaan data belum stabil dan berubah seiring kelengkapan data," terang BMKG melalui akun X BMKG.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini