Kapolda dan Gubernur Kalteng Patroli Udara Cari 2 Polisi Hanyut saat Bentrok Penggerebekan Narkoba
Juang Naibaho July 03, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Bentrok berdarah saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari, merenggut korban jiwa.

Aipda Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan, meninggal dunia setelah mengalami luka akibat senjata tajam. Bentrok juga merenggut nyawa seorang warga sipil berinisial TE (40), yang disebut merupakan keluarga salah satu target operasi. 

Selain itu, dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dua personel yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai untuk menghindari kepungan massa.

Sampai saat ini, petugas kepolisian masih berupaya melakukan pencarian Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur, Agustiar Sabran, melakukan patroli udara pada Jumat (3/7/2026), untuk memantau langsung proses pencarian dua personel Polri yang dilaporkan hilang. 

"Titik terakhir keberadaan personel yang hilang, serta memantau proses pencarian yang dilakukan tim SAR di sepanjang aliran Sungai Katingan," kata Iwan. 

Patroli udara dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi di sekitar lokasi penggerebekan.

Selain melalui jalur udara, proses pencarian juga terus dilakukan oleh tim gabungan melalui jalur sungai dan darat. 

"Kami terus mengoptimalkan seluruh upaya pencarian bersama tim SAR dan unsur terkait. Semua potensi yang ada dikerahkan agar proses pencarian berjalan maksimal," ucap Kapolda. 

Iwan mengatakan, Polda Kalteng akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. 

Ia juga memastikan perkembangan pencarian akan terus dipantau secara langsung, termasuk melalui evaluasi di lapangan agar langkah-langkah yang dilakukan dapat berjalan efektif. 

"Mudah-mudahan kedua personel yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan. Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh tim yang terlibat dalam pencarian," ucap Iwan.

Hingga saat ini, tim gabungan masih menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Katingan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan kedua personel tersebut. Pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.

Pelaku Penyerangan Ditangkap

Sementara itu, seorang terduga pelaku penyerangan berinisial A (38) diamankan aparat gabungan Polda Kalimantan Tengah.

Dilansir TribunKalteng.com, A ditangkap pada Jumat (3/7/2026) pagi di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Dokumentasi di lokasi penangkapan memperlihatkan, terduga pelaku tampak dikawal sejumlah personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan. 

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penyidik masih mendalami peran A dalam insiden penyerangan terhadap aparat.

"Benar, kami mengamankan satu orang, tapi perannya masih kami dalami. Inisialnya A," ujar Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Jumat (3/7/2026).

Saat ditanya mengenai keterkaitan A dengan target operasi penggerebekan narkoba, AKBP Dodik Hartono menyebut pria tersebut masih memiliki hubungan keluarga. "Ada hubungan keluarga," ucapnya.

Kapolres menegaskan, selain melanjutkan penyelidikan, pihaknya saat ini juga masih memprioritaskan pencarian dua polisi yang hingga kini belum ditemukan.

"Kami memprioritaskan untuk keselamatan anggota dulu. Kami masih memaksimalkan pencarian anggota kami dulu. Tapi untuk penyelidikan tetap berjalan," katanya.

Baca juga: Oknum Satpol PP dan Pejabat BNN Pangkat Kombes Dilaporkan Nenek 65 Tahun ke Polda Sumut

Sebelumnya, penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kelemei, berujung bentrok berdarah.

Satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, dan dua personel hilang diduga hanyut.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Personel Satresnarkoba Polres Katingan berupaya menangkap dua terduga bandar sabu berinisial BI dan BU.

Saat petugas melakukan penggerebekan, pihak keluarga kedua terduga pelaku melakukan perlawanan. 

Mereka juga memprovokasi warga di sekitar lokasi hingga terjadi bentrokan.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur setelah diserang massa bersenjata tajam.

Sementara seorang warga sipil berinisial TE (40), yang disebut merupakan keluarga salah satu target operasi, juga meninggal dunia. TE diduga terkena tembakan saat bentrokan berlangsung.

Selain menelan korban jiwa, dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. 

Dua personel yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang setelah diduga hanyut saat menyeberangi sungai untuk menghindari kepungan massa.

Di sisi lain, dua target operasi yakni BI dan BU berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan situasi di lokasi kejadian.

Petugas BNN Diserang Saat Gerebek di Deli Serdang

Insiden ini menambah panjang daftar perlawanan para bandar narkoba terhadap petugas. 

Beberapa hari sebelumnya, (Minggu 28/6/2026), petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), juga mendapat perlawanan saat menggerebek kafe remang-remang di Patumbak. 

Puluhan pria mengadang mobil yang ditumpangi personel BNN. Terlihat seorang pria marah-marah kepada petugas, sembari menanyakan surat tugas razia.

Kepala BNN wilayah Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha mengatakan, setelah diadang dan diserang, mereka melapor ke Polrestabes Medan. 

Kemudian, personel Polrestabes datang menangkap enam orang para terduga pelaku pengerusakan di lokasi.

Namun, dari enam orang yang diamankan hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan.

Brigjen Tatar menyebut, keempatnya ialah MS (19), dan AIS (21), anak pemilik kafe remang-remang, warga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian, MAS (33), seorang mantan narapidana kasus narkoba, danSM SH (38), warga Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

"Tadinya enam orang dibawa ke Polrestabes, karena kita laporkan ke Polrestabes tentang kejadian perusakan. Kemudian kemarin, disampaikan bahwa empat orang ditahan, ya,"kata Kepala BNN Sumut, Brigjen Tatar Nugraha, Rabu (1/7/2026) saat ditemui Tribunmedan.com di Polda Sumut. 

Tatar menjelaskan, perlawanan, pengerusakan, dan penyerangan yang mereka alami berawal pada Minggu 28 Juni 2026 kemarin, sekira pukul 1:30 WIB, sampai 14:30 WIB.

Saat itu, BNN Deli Serdang yang dipimpin Kombes Josua Tampubolon, Satpol PP, TNI, dan dinas Pariwisata melakukan razia di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Saat petugas datang, sekitar 100 pengunjung yang sedang berjoget berupaya melarikan diri. 

Namun, sejumlah pengunjung berhasil diadang dan dilakukan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 25 pengunjung positif narkoba.

Sesudah diperiksa, 25 orang tersebut dimasukkan ke mobil dan dibawa. Namun, puluhan orang ternyata sudah mengadang. 

Mereka menanyakan surat tugas, menghalangi, memprovokasi, hingga akhirnya diduga merusak.(*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.