SURYA.CO.ID, NGANJUK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mulai mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau. Empat kecamatan dipetakan sebagai wilayah paling rawan mengalami krisis air bersih.
Langkah antisipasi dilakukan lebih awal mengingat keempat wilayah tersebut hampir setiap tahun menghadapi persoalan serupa ketika curah hujan menurun.
Selain melakukan pemetaan dan asesmen lapangan, BPBD juga menyiapkan berbagai kebutuhan logistik agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cepat saat kondisi darurat terjadi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengatakan empat kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan adalah Kecamatan Ngluyu, Lengkong, Jatikalen, dan Pace.
Baca juga: BPBD Lamongan Petakan 89 Desa Rawan Kekeringan pada Musim Kemarau 2026
"Empat kecamatan itu, yakni Kecamatan Ngluyu, Lengkong, Jatikalen, dan Pace," katanya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, BPBD telah menyusun sejumlah strategi untuk menghadapi potensi bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Upaya tersebut diawali dengan pelaksanaan mitigasi struktural dan pemetaan wilayah melalui asesmen lapangan guna mengetahui kondisi terkini di daerah yang berpotensi terdampak.
Selain itu, BPBD juga akan menetapkan Surat Keputusan (SK) Kesiapsiagaan Darurat Kekeringan sebagai dasar pelaksanaan penanganan apabila kondisi semakin memburuk.
Untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, BPBD telah menyiapkan berbagai sarana pendukung distribusi air.
Baca juga: BPBD Tulungagung Siaga Kekeringan di 9 Kecamatan, 50 Tandon Air Disiapkan
"Kami turut menyiapkan logistik air bersih dengan menyiagakan armada truk tangki air, tandon, serta jeriken. Ini supaya kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi," tutupnya.