Khofifah Resmikan Pabrik Kemasan Logam di Banyuwangi untuk Perkuat Substitusi Impor
Cak Sur July 03, 2026 11:32 PM

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meresmikan pabrik kemasan logam PT Sunrise Masami Internasional di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (3/7/2026).

Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat industri substitusi impor, sekaligus mempercepat hilirisasi sektor perikanan, makanan, dan minuman di wilayah Jawa Timur serta nasional.

Dalam peresmian tersebut, Gubernur Khofifah meninjau langsung area pabrik untuk melihat pengoperasian alat-alat industri modern, termasuk proses cetak dan laminasi kaleng, serta menyapa para pegawai yang bertugas.

Perkuat Substitusi Impor dan Dorong Hilirisasi Industri

Khofifah menegaskan, bahwa program substitusi impor merupakan inisiasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan komitmen kuat dari seluruh pihak.

Kehadiran PT Sunrise Masami Internasional dinilai membawa harapan baru bagi kemandirian industri manufaktur nasional.

"Hari ini ada harapan baru, new hope dan good news, karena PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor kita, terutama pada produk industri kaleng yang selama ini sebagian besar masih diimpor," ujar Khofifah.

Selain menekan angka impor, pabrik ini diharapkan mampu mendongkrak nilai jual produk-produk lokal lewat hilirisasi.

Khofifah kembali menekankan pentingnya konsep "petik, olah, kemas, jual" yang terus ia gaungkan sejak tahun 1992.

"Nelayan memetik ikan dari laut, jangan langsung dijual, karena nilai tambahnya kecil. Harus diolah, dikemas, baru dijual, bahkan diekspor. Keberadaan pabrik kaleng ini sangat mendukung mata rantai tersebut," tambahnya.

Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Banyuwangi

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, juga memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen perusahaan yang memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal Banyuwangi.

"Saya mengapresiasi karena sebagian besar karyawan juga berasal dari Banyuwangi, kecuali untuk operator berteknologi tinggi yang direkrut secara khusus. Hal ini sangat penting untuk penguatan lapangan kerja di sekitar pabrik," jelas Khofifah.

Ia berharap PT Sunrise Masami Internasional terus bertumbuh pesat, dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur.

Kemitraan Strategis Global Berorientasi Ekspor

Direktur PT Sunrise Masami Internasional, Aminoto, yang dalam sambutannya diwakili oleh Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto Kho, memaparkan bahwa pabrik ini didirikan dengan misi besar menjadikan Banyuwangi sebagai gerbang baru Nusantara ke panggung dunia.

Pabrik ini dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group, salah satu produsen kemasan logam terbesar asal China yang memiliki kapasitas produksi global hingga 13 miliar kaleng per tahun. Kemitraan strategis ini, melahirkan penyuplai terpercaya untuk merek-merek global ternama, termasuk Pepsi dan Red Bull.

"Produk kaleng yang diproduksi di Banyuwangi akan mendukung kebutuhan domestik sekaligus ekspor. Saat ini sekitar 90 persen produk kami diekspor ke Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Kami berharap adanya kemudahan proses ekspor agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar global," ungkap Sherly.

Senada dengan hal itu, Chairman Sunrise Group, Eric Lam Wing Po, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh pihak.

Ia optimis investasi jangka panjang ini akan memperkuat daya saing sektor manufaktur dan ekspor Indonesia secara global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.