Pramono Sebut 4 Juta Komuter Jadi Pemicu Kemacetan Jakarta, Transjabodetabek Terus Diperluas
Feryanto Hadi July 03, 2026 11:35 PM

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui Jakarta hingga kini masih dibayangi persoalan kemacetan yang salah satunya dipicu tingginya mobilitas komuter dari wilayah penyangga. 

Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas layanan transportasi umum agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Menurut Pramono, salah satu penyebab utama kemacetan adalah tingginya mobilitas masyarakat dari daerah penyangga yang setiap hari datang ke Jakarta untuk bekerja dan beraktivitas.

Setiap harinya, sekitar 3,5 hingga 4 juta orang masuk ke Jakarta pada pagi hari, kemudian kembali ke daerah asal masing-masing pada sore hingga malam hari.

"Kemacetan di Jakarta terjadi karena banyak faktor. Tapi yang paling, salah satu yang paling utama adalah ketika pada pagi hari kurang lebih 3,5 sampai 4 juta orang datang bekerja di Jakarta, beraktivitas di Jakarta, dan ketika sore, malam hari kembali ke kediamannya masing-masing," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Wisata Gratis HUT ke-499 Jakarta Picu Macet ke Ragunan, Antrean Mengular di TB Simatupang

Ia menilai mayoritas masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bepergian ke Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI berupaya mengubah pola mobilitas warga agar beralih menggunakan transportasi umum.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperluas jaringan layanan Transjabodetabek hingga menjangkau wilayah penyangga.

Sejumlah rute baru telah dibuka, antara lain Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, Blok M-Bogor, serta rute yang menghubungkan Jakarta dengan Bekasi dan Karawang.

"Transportasinya tidak lagi menggunakan pribadi, tetapi bagaimana orang kemudian menggunakan transportasi umum," kata Pramono.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan massal sehingga dapat membantu mengurangi kemacetan di Ibu Kota.

Di sisi lain, Pramono mengungkapkan tingkat konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Namun, tingkat penggunaan transportasi umum secara rutin masih tergolong rendah.

"Konektivitas Jakarta sebenarnya sudah 93 persen. Tetapi yang menggunakan terus-menerus, menurut saya data terakhir mungkin baru sekitar 27-28 persen," ujarnya.

Meski demikian, menurut Pramono, capaian tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi lalu lintas di Jakarta.

Ia juga menyinggung pengakuan internasional yang diterima Jakarta di sektor transportasi.

"Hal itu tergambarkan dari hasil lembaga dunia yang kredibel mengenai transportasi menempatkan Jakarta sekarang ini sudah menjadi kota nomor dua di ASEAN setelah Singapura. Di Asia menjadi kota nomor 8, di dunia nomor 17," ucapnya. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.