SURYA.CO.ID, LUMAJANG – Dugaan pembunuhan menguat di balik misteri kematian memilukan yang menimpa seorang cewek di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jumat (3/7/2026).
Korban bernama Merinda Tri Agustin yang ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana diduga jadi korban kekerasan hingga nyawanya melayang.
Polisi menemukan indikasi kuat adanya tindakan kekerasan fisik sebelum korban mengembuskan napas terakhirnya.
Aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara secara tertutup guna mengumpulkan berbagai barang bukti.
Berdasarkan pemeriksaan awal, gadis berusia 22 tahun itu diduga kuat menjadi korban pembunuhan berencana yang sadis.
Baca juga: Breaking News : Jasad Cewek 19 Tahun Ditemukan Tanpa Busana dalam Kamar di Lumajang
Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengungkapkan, kasus itu terungkap pada pukul 10.00 WIB.
Tapi keluarga baru laporan ke polisi sekira pukul 13.00 WIB.
Berdasaarkan keterangan para saksi, kasus ini terungkap ketika tetangga Meri ditelpon pacar korban, sebab kekasih hatinya tidak merespon saat dihubungi melalui smartphone-nya tidak aktif.
"Tidak lama kemudian saksi E mendatangi rumah korban dan melakukan pengecekan. setelah tiba dirumah korban kemudian masuk rumah," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, saat itu kondisi rumah korban dalam keadaan tertutup, tetapi tidak dikunci, sehingga tetangga itu akhirnya masuk untuk mengecek keadaan gadis umur 22 tahun itu.
"Selanjutnya tetangga itu menemukan korban di kamar belakang dalam keadaan telanjang," ucapnya.
Baca juga: Bercak Darah dan Kasur Berantakan di TKP Penemuan Jasad Cewek Lumajang Indikasi Penganiayaan
Pihak berwajib yang datang bersama tim medis langsung memeriksa kondisi fisik korban dan menemukan sejumlah tanda kekerasan yang sangat mengenaskan.
Hasil pemeriksaan awal kepolisian bersama petugas medis Puskesmas Randuagung.
Dia mengungkapkan terdapat luka pada jari tangan sebelah kiri korban.
"Pada leher ditemukan kain celana yang terikat pada leher. Pada mulut korban di sekap dengan menggunakan kain selanjutnya korban dibawa ke RSUD dr Hariyoto untuk dilakukan otopsi atas permintaan keluarga," imbuhnya.