Jakarta (ANTARA) - Al-Quds Volunteer Indonesia (AVI) menyalurkan program perdana Makanan Bergizi Gaza kepada puluhan anak yatim di Area Al Mawashi, Khan Younis, Gaza, Palestina, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan bagi anak-anak yatim.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh relawan AVI di Gaza di mana paket makanan disiapkan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat serta menggunakan menu yang akrab bagi masyarakat setempat.
“Makanan bergizi bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik anak-anak, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan dari masyarakat Indonesia kepada saudara-saudara mereka di Gaza,” ujar Koordinator Relawan AVI di Gaza Ahmad Ibrahim Asthal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ahmad mengatakan setiap paket MBG terdiri atas nasi rempah khas Gaza, ayam, sayuran (acar), apel, kacang, dan susu. Seluruh paket didistribusikan langsung kepada 50 anak yatim yang berada di kawasan Al Mawashi, Khan Younis.
Program Makanan Bergizi Gaza diluncurkan sebagai inisiatif untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak di tengah keterbatasan akses terhadap pangan.
Selain memenuhi kebutuhan makan harian, program ini diharapkan dapat mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh anak-anak yang hidup dalam situasi konflik berkepanjangan.
Al-Quds Volunteer Indonesia mengapresiasi masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. Dukungan para donatur memungkinkan bantuan disalurkan secara langsung kepada penerima manfaat melalui jaringan relawan yang berada di Gaza.
“AVI berharap Program Makanan Bergizi Gaza dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu menjangkau lebih banyak anak dan keluarga yang membutuhkan di berbagai wilayah Gaza,” kata dia.
Al-Quds Volunteer Indonesia (AVI) merupakan lembaga kemanusiaan yang berfokus pada penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina serta pelaksanaan berbagai program kemanusiaan di Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan relawan di lapangan, AVI menyalurkan bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, dan program sosial lainnya kepada masyarakat yang terdampak krisis.





